Kamis, 24 September 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 149
(Foto: Folmer)
Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) bersama Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyelenggarakan Pekan Komponis Indonesia (PKIna) 2026 bertema, "Tala–Talu: Listening, Remapping, Extending”, 21 hingga 27 September 2026.
Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan, PKIna 2026 merupakan ajang mempertemukan komponis, musisi, performer, akademisi, komunitas, serta masyarakat untuk memperluas pemahaman terhadap proses penciptaan, penyajian, dan perkembangan musik Indonesia.
Mempertemukan berbagai generasi komponis dan pelaku musik
“Melalui tema ‘Tala–Talu’, kami membuka ruang bagi publik mendengarkan karya serta memahami proses, gagasan dan konteks yang membentuk praktik musik hari ini,” ujar Taufik, Kamis (24/9).
Ia mengungkapkan, rangkaian PKIna 2026 mencakup Commission Ensemble (Konser Komponis), Composer (Performer) , Lecture, Artist Talk, Fringe Event, serta pameran seni bunyi dan arsip dengan format audio-visual performative archive
"Keseluruhan program ini dirancang untuk mempertemukan berbagai generasi komponis dan pelaku musik serta membuka kemungkinan kolaborasi antara komponis, performer, akademisi, komunitas dan publik," ungkapnya.
Kepala Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) Harry Sanjaya menambahkan, melalui pagelaran ini pihaknya bersama Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) berupaya menyediakan ruang yang memperkuat ekosistem musik Indonesia lewat penciptaan karya, presentasi, pertukaran pengetahuan, pengembangan jejaring, dokumentasi dan pengarsipan.
“Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas pengalaman publik dalam memahami musik, baik melalui pengalaman mendengar karya, menyaksikan pertunjukan, mengikuti diskusi, maupun berinteraksi dengan dokumentasi dan arsip musik Indonesia,” tandasnya.