Kukuhkan Anggota DKJ, Pramono Pesan Rawat Ekosistem Kesenian Jakarta

Rabu, 05 Agustus 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 427

Pengukuhan dewan kesenian jakarta rezap

(Foto: Reza Pratama Putra)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) yang baru agar merawat ekosistem kesenian yang inklusif di Jakarta. Pramono mengatakan, sebagai kota global yang berbudaya dan inklusif, Jakarta terbuka bagi semua kalangan masyarakat.

Hal ini ditunjukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan membuka ruang budaya dan keagamaan secara luas untuk seluruh masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti Christmas Carol, Imlek, Waisak, dan lainnya.

"ikut merawat ekosistem kesenian yang inklusif,"

"Maka dengan demikian saya merawat, berharap betul saudara-saudara ikut merawat ekosistem kesenian yang inklusif tadi," ujar Pramono, usai mengukuhkan anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2026-2029 di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8).

Gubernur juga berpesan kepada DKJ agar menjadikan seni sebagai wajah Jakarta di mata dunia. Pemprov DKI, kata dia, berkomitmen untuk memberikan ruang ekspresi yang semakin luas bagi para seniman dan budayawan.

Selain itu, ia juga mendorong agar Pemprov DKI dan DKJ memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk menciptakan Jakarta menjadi kota yang nyaman dan aman.

"Tanpa itu (kolaborasi), menurut saya apa pun yang kita lakukan pasti tidak akan memberikan dampak membuat kenyamanan, keamanan kota yang kita cintai ini," kata Pramono.

Pram, sapaan akrabnya, meyakini anggota DKJ yang baru saja dikukuhkan ini mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Menurutnya, pengukuhan ini bukan hanya sekadar pergantian kepengurusan, namun juga menjadi momentum untuk merawat kehidupan kesenian, kebudayaan, dan kreativitas di Jakarta.

Saat ini, Jakarta tercatat menempati ranking ke-71 dari 156 kota global dunia. Pramono pun berharap Jakarta bisa menduduki jajaran 50 besar kota global pada 2030 nanti, salah satunya melalui peran kesenian dan budaya.

Ia menekankan pentingnya membuka ruang kesenian dan budaya, agar ekspresi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik. Salah satunya melalui kebijakan untuk membuka operasional sejumlah taman di Jakarta menjadi 24 jam.

"Maka saya menyampaikan berkali-kali di Balai Kota, hubungan birokrasi pemerintahan dengan seniman, dengan budayawan, dengan kelompok-kelompok ekonomi kreatif itu harus berjalan dengan baik," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pelatihan Marawis bagi Disabilitas di Jakbar Digelar Hingga Pekan depan

50 Penyandang Disabilitas Diajarkan Seni Musik Marawis

Jumat, 24 Juli 2026 685

IMG 20260801 WA0005

Kebudayaan Khas Betawi Ditampilkan di Festival Topeng Betawi Jilid IV

Sabtu, 01 Agustus 2026 1036

Pramono Pergub Lembaga Adat Betawi HUT FBR bilal

Pramono Komitmen Terbitkan Pergub Lembaga Adat Betawi

Sabtu, 01 Agustus 2026 1264

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3178

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1943

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 727

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1399

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1256

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks