Kamis, 24 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 210
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 90 kepala sekolah di bawah naungan Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan mengikuti sosialisasi Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI). Sosialisasi berlangsung di SMKN 6 Jakarta, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Kesadaran kolektif"
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim mengatakan, sosialisasi tersebut bertujuan menggalang dukungan masyarakat melalui ajakan moral yang humanis, sukarela, dan tanpa unsur paksaan.
"Prinsipnya tidak memaksa, mengimbau, dan mengajak bahwa bulan dana ini adalah kewajiban kita semua, mengetuk agar supaya mereka juga mau berpartisipasi," ujarnya, Kamis (24/9).
Firmanuddin menjelaskan, dana yang terkumpul nantinya dikelola secara transparan dan diaudit oleh lembaga independen, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ia menuturkan, seluruh hasil pengumpulan dana akan dikembalikan untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan, di antaranya membantu penanganan bencana kebakaran, banjir, serta berbagai program sosial lainnya.
"Kalau terkait target, kami optimistis target pengumpulan sekitar Rp6 miliar untuk wilayah Jakarta Selatan I dan II dapat tercapai. Keyakinan tersebut didasari oleh tingginya kesadaran kolektif dalam membantu penanganan kebencanaan di tengah masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan rangkaian roadshow terakhir yang mencakup tiga dari total enam kecamatan di wilayah Pendidikan II.
Secara keseluruhan, wilayah Pendidikan II mencakup sekitar 930 sekolah. Ratusan sekolah di wilayah tersebut telah dijangkau melalui sosialisasi secara intensif.
"Tujuan kami melakukan sosialisasi secara masif untuk membangun kebiasaan bersedekah yang menyenangkan, sukarela, serta dinikmati oleh siswa maupun orang tua murid," bebernya.
Mundari menambahkan, PMI Jakarta Selatan menerapkan metode penggalangan dana yang lebih fleksibel dan edukatif pada tahun ini. Pengumpulan dana tidak lagi menggunakan sistem kupon berstempel seperti sebelumnya.
Ia berharap, pola pendekatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian kemanusiaan sejak lingkungan sekolah sekaligus mendorong keterlibatan siswa dan orang tua secara sukarela.
"Harapannya adalah sosialisasi ini juga untuk mempertebal kepedulian kemanusiaan di mana pun kita berada agar kepedulian tersebut terbangun, baik bagi siswa, orang tua, dan segala macam," tandasnya.