Raperda Pengelolaan Penduduk Dukung Jakarta sebagai Kota Global

Rabu, 16 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 535

Raperda Pengelolaan Penduduk Dukung Jakarta sebagai Kota Global

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta berharap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Penduduk dapat menjadi landasan kebijakan kependudukan yang mendukung Jakarta sebagai kota global.

Perubahan nomenklatur dari Raperda tentang Pengendalian Penduduk menjadi Raperda tentang Pengelolaan Penduduk mencerminkan cakupan regulasi yang lebih luas. Pengaturan tidak hanya berfokus pada jumlah penduduk, tetapi juga mencakup kualitas dan persebarannya.

"Sesuai masukan BKKBN,"

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, pengelolaan penduduk diperlukan untuk memastikan pertumbuhan dan aktivitas warga sesuai dengan daya dukung kota.

"Bagaimana kita bisa melakukan pengelolaan melalui pengaturan kebijakan terhadap kuantitas penduduk, kualitas penduduk, dan juga persebaran penduduk," ujar Dwi, usai rapat bersama Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/9).

Menurut Dwi, pembangunan Jakarta sebagai kota global tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur, bangunan, serta sarana dan prasarana. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penataan penduduk juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta daya dukung kota.

Dwi menambahkan, Raperda Pengelolaan Penduduk nantinya menjadi payung hukum yang mengatur berbagai kebijakan kependudukan seperti penataan kawasan padat dan hunian vertikal. Namun, substansi utama regulasi tetap mencakup pengelolaan kuantitas, kualitas, dan persebaran penduduk.

Ia menjelaskan, penggunaan istilah 'pengelolaan' juga menempatkan penduduk sebagai subjek kebijakan, bukan sekadar objek pengendalian. Perubahan nomenklatur tersebut juga dilakukan menindaklanjuti masukan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

"Jadi ini juga sesuai dengan masukan-masukan dari BKKBN untuk penamaan ini, penyesuaian menjadi pengelolaan kependudukan," tandasnya.

Sebelumnya, Bapemperda DPRD DKI Jakarta mengubah nomenklatur Raperda Pengendalian Penduduk menjadi Pengelolaan Penduduk. Perubahan tersebut dilakukan lantaran arah kebijakan diperluas, dari sekadar mengendalikan jumlah penduduk menjadi pengelolaan yang mencakup pemenuhan hak, kesejahteraan, penataan wilayah, serta pelayanan publik.

Perubahan ini juga mempertimbangkan tren penurunan jumlah pemegang KTP Jakarta dan ketimpangan kepadatan antarwilayah. Kondisi tersebut mendorong perlunya penataan hunian, transportasi, dan fasilitasi tempat kerja agar pertumbuhan penduduk berjalan seimbang dengan kebutuhan dan daya dukung kota.

BERITA TERKAIT
IMG 20260831 WA0105

Bapemperda Bahas Pengendalian Penduduk Dukung Jakarta Kota Global

Selasa, 01 September 2026 526

Fraksi DPRD Beri Catatan Raperda Pengendalian Penduduk dan Rusun

Fraksi DPRD Beri Catatan Raperda Pengendalian Penduduk dan Rusun

Rabu, 26 Agustus 2026 657

Wagub Paripurna rano jati

Rano Paparkan Point Strategis Raperda Pengendalian Penduduk

Rabu, 26 Agustus 2026 606

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 6733

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 2766

Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 5661

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 1594

Road to lerata run anita

Road to Larata Run 2026 Padukan Olahraga dan Transportasi Publik

Sabtu, 31 Oktober 2026 1183

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks