Selasa, 15 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 167
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bergerak cepat merespons laporan warga terkait krisis air bersih akibat kekeringan yang terjadi selama kemarau panjang.
"Sumurnya mengalami kekeringan"
Bantuan air bersih gratis disalurkan kepada warga di Jalan Tridarma X, RT 02/08, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Lurah Pondok Labu, Nachnoer Vernier Atom mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihak kelurahan menerima laporan warga dan langsung meninjau lokasi.
"Ada salah satu warga yang sumurnya mengalami kekeringan. Laporan kita terima sekitar dua hari lalu, kemarin langsung survei lokasi, dan hari ini dilakukan pengiriman bantuan," ujarnya, Selasa (15/9).
Nachnoer mengatakan, pihak kelurahan berkoordinasi dengan BPBD DKI Jakarta dan PAM Jaya untuk menyalurkan air menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
"Warga sudah menyiapkan tempat penampungan air. Dari kapasitas tangki tersebut, sekitar 1.000 liter dialokasikan untuk pengisian tempat penampungan di rumah warga yang paling terdampak," tetangnya.
Vernier memastikan seluruh bantuan air bersih diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya maupun persyaratan apa pun. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk mendata wilayah lain yang kemungkinan membutuhkan bantuan serupa.
"Kita masih mendata titik-titik yang memerlukan bantuan dan berkoordinasi dengan RT/RW di Pondok Labu. Jika ada warga yang memerlukan air bersih, bisa langsung menghubungi kelurahan, BPBD tingkat kota maupun provinsi," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga terdampak kekeringan, Patricia mengaku sangat terbantu dengan respons cepat jajaran Pemkot Jakarta Selatan yang menindaklanjuti keluhannya melalui media sosial.
"Awalnya aku buat unggahan di Threads karena sudah tidak ada harapan atau tidak tahu harus berbuat apa. Banyak warga yang bilang langsung kontak pemerintah. Ternyata responsnya luar biasa cepat," ucapnya.
Patricia menuturkan, kondisi kekeringan paling parah dirasakan dalam dua pekan terakhir. Debit air sumur di rumahnya menyusut drastis sehingga hanya dapat digunakan pada waktu tertentu.
"Airnya sebenarnya bagus, tetapi volume airnya kecil sekali. Kalau di rumahku, pompa baru bisa menyala saat subuh. Kalau siang, pagi, atau pukul 22.00 sampai 00.00 sama sekali tidak ada air," tandasnya.