Dinkes DKI Jelaskan Layanan Eksekutif RSUD

Rabu, 09 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 587

Dprd komisi d dinkes fakhri

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan soal layanan eksekutif RSUD di Jakarta saat mengikuti Rapat Pembahasan APBD Perubahan 2026 bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Dikatakan Ani pengembangan layanan eksekutif di RSUD tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga menjadi sumber pendapatan untuk mendukung pelayanan pasien BPJS.

"Menutup kekurangan layanan pasien BPJS,"

Menurut Ani, pendapatan dari layanan eksekutif dapat digunakan untuk menutup kekurangan biaya perawatan pasien BPJS, terutama pada kasus berat yang biaya perawatannya terkadang lebih tinggi dibandingkan klaim BPJS.

"Pendapatan dari segmen eksekutif itu menjadi revenue baru untuk rumah sakit, sehingga bisa menutup kekurangan-kekurangan layanan yang ada di pasien BPJS," ujar Ani, Rabu (9/9).

Dikatakan Ani, tarif layanan eksekutif ditetapkan berdasarkan biaya satuan atau unit cost dan dibandingkan dengan tarif rumah sakit swasta. Meski demikian, ia memastikan, tarif RSUD tetap lebih rendah untuk layanan yang setara.

Selain mendukung subsidi silang, layanan eksekutif juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing RSUD dalam mempertahankan dokter spesialis dan subspesialis. Sebab, tarif tindakan yang relatif rendah di RSUD turut memengaruhi imbalan yang diterima dokter.

Ani mencontohkan, tarif operasi sesar di rumah sakit swasta dapat mencapai sekitar Rp15 juta, sedangkan di RSUD sekitar Rp5 juta. Perbedaan tersebut berdampak pada besaran pendapatan yang diterima dokter.

"Kalau tarif RSUD ini rendah, maka yang diterima per tindakan menjadi lebih kecil dibanding yang diterima di rumah sakit swasta," katanya.

Karena itu, layanan eksekutif diharapkan dapat memberikan skema pendapatan yang lebih kompetitif agar dokter tetap bertahan dan berpraktik di RSUD.

"Layanan eksekutif itu salah satu upaya juga untuk menahan dokter-dokter itu stay di RSUD. Jadi enggak perlu lari-lari ke sana kemari," ucapnya.

Terkait sorotan masyarakat mengenai tarif layanan eksekutif yang dinilai mahal, Ani mengakui perubahan tersebut cukup terasa. Menurutnya, hal itu terjadi karena sebelumnya tarif layanan eksekutif belum diatur secara memadai.

"Terasa mahal? Iya, terasa mahal karena sebelumnya tarif eksekutif itu bahkan belum ada tarifnya," katanya.

Di sisi lain, Ani menyebut, sekitar 99 persen warga Jakarta telah tercakup dalam kepesertaan BPJS Kesehatan. Sebab itu, keberadaan layanan eksekutif diharapkan dapat turut menopang keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan katagori mampu.

Dinkes DKI juga membuka ruang evaluasi terhadap tarif layanan tersebut. Jika ada tarif dinilai terlalu tinggi oleh masyarakat, Pemprov DKI siap melakukan penyesuaian melalui regulasi yang sedang berproses.

"Kalau memang dirasa ada beberapa tarif yang terlalu tinggi oleh masyarakat, kami siap untuk merevisi kembali melalui perda yang sekarang sedang berproses," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260828 WA0067

Perluas Layanan Kesehatan, Pramono Resmikan RS Tria Dipa

Jumat, 28 Agustus 2026 948

Sekda uus kuswanto Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih folmer

Pemprov DKI Berkomitmen Terus Tingkatkan Layanan Kesehatan Bermutu

Rabu, 19 Agustus 2026 683

Rapat komisi e fakhri

Raperda Siskesda Diminta Atur Persoalan Kesehatan Mental

Senin, 10 Agustus 2026 631

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7175

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4867

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3345

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2614

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1329

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks