Jumat, 04 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 268
(Foto: Istimewa)
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mendampingi Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman dalam pertemuan dengan Gubernur Provinsi Guangdong, Meng Fanli, di Guangzhou, Tiongkok.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) Budihardjo Iduansjah, serta para delegasi bisnis dan jajaran eksekutif.
"kemitraan yang saling menguntungkan,"
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama ekonomi antara Indonesia, khususnya Jakarta, dengan Provinsi Guangdong sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan utama di Tiongkok.
Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula berbagai potensi kolaborasi yang dapat memberikan manfaat konkret bagi pengembangan ekonomi, perdagangan, dunia usaha, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM.
Ratu mengatakan, bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hubungan dengan Guangdong memiliki arti strategis dalam mendorong perluasan akses pasar dan jejaring bisnis internasional bagi pelaku usaha Jakarta.
“Kolaborasi antardaerah diharapkan dapat membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, teknologi, pengalaman pengelolaan sektor usaha, serta peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan,” ujarnya, Jumat (4/9).
Ia menyampaikan, selain penguatan kerja sama ekonomi dan UMKM, pertemuan juga menjadi bagian dari penjajakan kolaborasi di bidang pengelolaan infrastruktur perkotaan, khususnya sektor air.
Ratu menjelaskan, Jakarta saat ini tengah memasuki fase transformasi pengelolaan air perkotaan, dengan pengelolaan air dan pengendalian banjir menjadi salah satu agenda transformasi utama Jakarta.
Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat peluang kerja sama berbasis transfer teknologi dan pengetahuan, antara lain dalam modernisasi layanan air, penerapan smart metering, peningkatan kualitas dan keandalan layanan, serta upaya menekan non-revenue water (NRW) atau kehilangan air.
“Keterhubungan Jakarta dengan mitra internasional seperti Guangdong diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang konkret dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta dunia usaha,” tuturnya.
Ia berharap, ke depan penjajakan kerja sama dapat dilanjutkan melalui pembahasan teknis antarpihak, termasuk antara BUMD air Jakarta dan Guangzhou Water Group, sebagai langkah awal untuk mengeksplorasi peluang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi di lapangan.
“Jakarta terbuka terhadap kolaborasi yang dapat memperkuat kapasitas, teknologi, dan daya saing. Yang paling penting adalah bagaimana hubungan ini dapat diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta dan pelaku usaha,” tandasnya.