Jumat, 04 September 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 345
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai pusat utama ekosistem perkopian Indonesia. Upaya ini didukung oleh beragamnya varietas kopi Nusantara serta pesatnya pertumbuhan industri hilir di ibu kota.
Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9).
"ekosistem perkopian Indonesia,"
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong bahwa Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia," ujar Pramono, dalam Siaran Pers Pemprov DKI Jakarta.
Ia meyakini, kekayaan keanekaragaman varietas kopi Nusantara ini akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara, pertumbuhan industri hilir kopi di Jakarta juga ditopang oleh semakin masifnya kedai kopi, kafe, restoran, serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Di sektor ini saat ini sudah terdapat hampir 193.000 pelaku usaha.
“Saat ini penikmat kopi, terutama generasi muda, telah membentuk budaya baru dengan konsep beli lekas bawa pulang di sela-sela aktivitas ruang publik maupun komunitas," lanjutnya.
Menurut Pramono, ekosistem usaha kopi memiliki fondasi kokoh untuk terus berkembang, mengingat stabilitas ekonomi Jakarta yang berkontribusi 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dengan laju inflasi rendah sebesar 2,5 persen.
Karena itu, Pramono pun menilai keberagaman varietas dan karakter kopi dari berbagai daerah bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk bersaing di pasar internasional, seperti kopi Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, dan Mandailing.
“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka, di mana mereka hanya mengandalkan satu varietas, sangat berbeda dengan kekayaan rasa kopi lokal kita yang sangat beragam dan kaya karakter," ucapnya.
Dengan kehadiran lebih dari 120 stan pameran dalam acara ini, Gubernur pun optimistis industri kopi nasional memiliki daya saing unggul di internasional. Dalam acara ini, Pemprov DKI membuka peluang dukungan bagi penyelenggaraan agenda industri kopi berskala internasional di Jakarta.
Pramono mendorong Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk kembali membawa ajang World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.
“Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, khususnya pada Mei 2029, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk asistensi kebijakan dan kemudahan lainnya," kata dia.
ICX Jakarta 2026 menjadi ruang temu bisnis sekaligus etalase perkembangan jenama dan talenta industri kopi setelah sebelumnya digelar di Surabaya dan Medan. Pameran ini menghadirkan sedikitnya 75 jenama terkurasi, kompetisi barista tingkat regional, serta berbagai sesi diskusi bersama pelaku industri.
Sementara, Ketua Umum SCAI, Daryanto Witarsa mengatakan, Indonesia Coffee Expo diarahkan menjadi platform yang mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir sekaligus memperluas jejaring dengan pasar internasional.
“Melalui ICX, kami ingin melanjutkan momentum besar tersebut dan membangun sebuah platform milik Indonesia yang mempertemukan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, barista, pengolah, pengusaha, hingga pembeli internasional di Jakarta," kata Daryanto.