Rabu, 02 September 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 142
(Foto: Nurito)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur berkomitmen melengkapi sejumlah fasilitas di Lokasi Binaan (Lokbin) Kramat Jati untuk meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
"Akan dipasangi kipas angin"
Sejumlah kebutuhan pedagang yang masih belum tersedia akan segera dipenuhi, mulai dari kipas angin untuk memperbaiki sirkulasi udara hingga penataan area parkir dan pengerukan saluran air.
Kepala Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi mengatakan, pemasangan kipas angin menjadi salah satu kebutuhan utama yang akan dipenuhi. Fasilitas tersebut dinilai penting mengingat kondisi di dalam Lokbin yang membutuhkan sirkulasi udara lebih baik.
"Memang ada beberapa permintaan dari pedagang seperti sirkulasi udara. Jadi nanti rencananya di tempat ini akan dipasangi kipas angin untuk dibuat lebih nyaman," ujarnya, Rabu (2/9).
Refi menjelaskan, sejumlah alternatif lokasi parkir untuk memudahkan konsumen yang datang berbelanja juga disiapkan. Area parkir direncanakan berada di bagian depan dan sisi selatan Lokbin, lahan Fasos Fasum di depan Lippo Plaza Kramat Jati, serta area di sisi utara Lokbin atau di depan Toko Bata.
"Kami juga mempertimbangkan area Lokbin Cililitan sebagai lokasi parkir tambahan, meski jaraknya dinilai cukup jauh dari Lokbin Kramat Jati," terangnya.
Menurutnya, kenyamanan di tempat sarana ibadah juga menjadi fokus perhatian. Rencananya, musala akan dilengkapi dengan AC dan karpet baru.
"Untuk saluran air di dalam kawasan Lokbin Kramat Jati juga akan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi agar kapasitas tampung air meningkat dan potensi genangan dapat diminimalisir," ungkapnya.
Ia menuturkan, promosi Lokbin Kramat Jati juga akan dioptimalkan. Sudin Kominfotik Jakarta Timur diminta menggencarkan publikasi melalui media sosial untuk memberi tahu masyarakat bahwa pedagang ikan yang sebelumnya berjualan di pinggir Jalan Raya Bogor kini sudah menempati Lokbin Kramat Jati.
"Untuk retribusi pedagang selama enam bulan ke depan. Selanjutnya mereka membayar retribusi Rp 6.000 per hari atau Rp 180 ribu per bulan dibayarkan langsung ke Bank Jakarta," bebernya.
Ia berharap, berbagai fasilitas dan dukungan promosi tersebut dapat membuat Lokbin Kramat Jati semakin ramai serta memberikan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen.
"Kami ingin dengan tempat berjualan yang representatif, pedagang tidak kembali berjualan di badan jalan maupun trotoar yang berisiko mengganggu ketertiban dan keselamatan," bebernya.
Sementara itu, salah seorang pedagang, Alvin (23) mengapresiasi upaya Pemprov DKI Jakarta yang sudah menyediakan tempat berjualan bagi pedagang ikan.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI dan Pak Gubernur yang sudah menyiapkan tempat berjualan di Lokbin Kramat Jati ini. Semoga fasilitas yang direncanakan bisa segera direalisasikan," tandasnya.