Rabu, 02 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 180
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kepulauan Seribu menggelar kegiatan Temu Inovator dan Gelar Produk Hasil Binaan Teknologi Tepat Guna (TTG) secara daring.
"Menjawab kebutuhan nyata masyarakat"
Kepala Suku Dinas PPAPP Kepulauan Seribu, Simon Baginda Pardomuan Panjaitan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendorong lahirnya inovasi yang aplikatif, bermanfaat, serta memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Menurutnya, TTG merupakan inovasi yang hadir dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Terpenting, teknologinya sederhana, mudah diterapkan, terjangkau, dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat," ujarnya, Rabu (2/9).
Simon menjelaskan, potensi inovasi di Kepulauan Seribu sangat besar karena banyak tumbuh dari pengalaman dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Untuk itu, ruang pertemuan dan berbagi pengetahuan penting untuk mempertemukan berbagai ide, pengalaman, serta peluang pengembangan usaha.
"Ke depan, kami akan mendorong pendataan UKM dan calon startup potensial, pendampingan penyusunan proposal pendanaan, serta penguatan kolaborasi antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan dunia usaha," terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari perwakilan kecamatan, kelurahan, Tim Penggerak PKK, serta kader Dasawisma se-Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber, yakni Ajat Sudrajat, Dosen dan Ahli Teknik Fisika dari Universitas Nasional (UNAS), serta David Larumunde dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Ia berharap, materi yang disampaikan dapat diterapkan dan membuka peluang bagi pengembangan unit usaha berbasis hasil penelitian dan teknologi.
"Semoga kegiatan ini dapat diterapkan dan memberikan peluang bagi pengembangan unit usaha berbasis hasil penelitian dan teknologi," ucapnya.
Sementara itu, Dosen dan ahli Teknik Fisika dari Universitas Nasional, Ajat Sudrajat menyampaikam, teknologi yang baik tidak harus selalu canggih, tetapi harus mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ia menyampaikan, salah satu fokus pembahasan adalah pengolahan hasil laut untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
"Melalui kekayaan sumber daya laut di Kepulauan Seribu dan pengolahan yang tepat, hasil tangkapan nelayan tidak hanya menjadi bahan konsumsi mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi," tandasnya.