Rabu, 15 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 161
(Foto: Anita Karyati)
Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara memberikan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 72 Jakarta, Jalan Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
"Menciptakan lingkungan sekolah yang positif"
Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak pada 13-17 Juli 2026 di enam kecamatan ini menyasar peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), baik negeri maupun swasta. Sosialisasi bertujuan membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan sejak awal tahun ajaran.
Kepala Seksi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Utara, Nurjanah mengatakan, pada tahun ini pihaknya memfokuskan materi sosialisasi pada isu kesehatan mental remaja yang berkaitan erat dengan upaya pencegahan perundungan.
"Tahun ini fokus utama kami adalah isu kesehatan mental remaja yang erat kaitannya dengan upaya pencegahan perundungan (bullying)," ujarnya, Rabu (15/7)
Nurjanah menjelaskan, sosialisasi mengusung tema PPAPP Jakarta Utara PEDULI yang merupakan akronim dari Persahabatan, Empati, Dampingi, Utarakan, dan Lindungi Anak. Melalui tema tersebut, para pelajar didorong untuk membangun kepedulian terhadap sesama, dan berani menyampaikan permasalahan yang dihadapi.
"Kami juga ingin para pelajar ini saling mendukung dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif," terangnya.
Ia memaparkan, kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu dipahami sejak dini karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang remaja serta terciptanya iklim belajar yang kondusif.
"Kami ingin anak-anak sejak dini memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, mampu menjadi pendengar yang baik bagi teman sebaya, serta membangun persahabatan yang positif sehingga kekerasan di lingkungan sekolah dapat dicegah," ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, lanjut Nurjanah, Sudin PPAPP menggandeng berbagai pihak, di antaranya Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), tenaga layanan PUSPA, Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), serta komunitas Speak Up Now.
"Kegiatan ini juga disinergikan dengan Dinas Lingkungan Hidup melalui edukasi pemilahan sampah dan Satpol PP melalui program Satpol PP Goes to School," ungkapnya.
Selain mendapatkan materi edukasi, para peserta didik juga diberikan informasi mengenai berbagai kanal pengaduan dan layanan pendampingan apabila mengalami atau mengetahui adanya kasus kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah.
"Mereka kami berikan informasi mengenai kanal pengaduan dan layanan pendampingan apabila terdapat siswa yang membutuhkan bantuan," jelasnya.
Guru sekaligus Panitia MPLS SMAN 72 Jakarta, Muhammad Efendi mengapresiasi dipilihnya sekolah tersebut sebagai salah satu lokasi sosialisasi.
Materi yang disampaikan sangat relevan untuk membentuk karakter peserta didik baru agar saling menghargai dan menciptakan suasana belajar yang aman sejak hari pertama masuk sekolah.
"Terima kasih karena sekolah kami menjadi salah satu lokasi kegiatan ini. Anak-anak juga sangat antusias. Semoga kegiatan ini dapat terus berkelanjutan," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang siswi kelas X, Putri Adinda (14) mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, termasuk praktik butterfly hug atau pelukan kupu-kupu sebagai teknik sederhana untuk membantu menenangkan diri dan mengenali emosi.
"Kami diajarkan cara mengelola emosi, pentingnya empati, dan mengetahui ke mana harus melapor jika membutuhkan bantuan profesional seperti psikolog," tandasnya.