Selasa, 01 September 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 132
(Foto: Istimewa)
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyelenggarakan Jakarta Youth Leadership Camp (JYLC) 2026 pada 4-5 September 2026 di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara.
JYLC menjadi ruang pembelajaran, interaksi, dan kolaborasi lintas komunitas generasi muda dengan fokus pada leadership, entrepreneurship, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
"peluang kolaborasi lintas komunitas,"
Penguatan tersebut diarahkan agar generasi muda tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menangkap peluang, menciptakan nilai tambah, dan berkembang sebagai innovator, entrepreneur, serta job creator.
JYLC 2026 melibatkan 500 peserta dari berbagai komunitas antara lain, Komunitas Penerima Bantuan Pendidikan Kebanksentralan yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jakarta; Duta dan content creator Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah; Finalis Jakarta Youth Film Festival; Komunitas kewirausahaan mahasiswa di DKI Jakarta; Duta Antihoaks; GenBI Jawa Barat dan Banten; serta Komunitas kepemudaan mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Melalui rangkaian kegiatan, peserta diarahkan pada penguatan tiga aspek utama yaitu, memahami Jakarta dan tantangannya, kepemimpinan dan kolaborasi dalam kompleksitas dan keberagaman, serta menerjemahkan gagasan menjadi solusi dan kegiatan produktif yang berdampak.
Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, peran strategis generasi muda semakin relevan dengan perekonomian Jakarta yang bertumpu pada sektor jasa, ekonomi digital dan ekonomi kreatif, serta tengah bertransformasi menuju kota global yang maju, berdaya saing, inklusif dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan, tidak hanya sebagai bagian penting dari penduduk usia produktif, generasi muda membawa nuansa baru dalam kreativitas, penguasaan teknologi, jejaring dan cara pandang baru dalam menciptakan nilai ekonomi maupun sosial.
“JYLC 2026 bertujuan untuk mengembangkan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi future leaders yang memberikan makna pada perekonomian Jakarta. Keberagaman peserta JYLC 2026 menjadi kekuatan untuk memperluas perspektif, jejaring, dan peluang kolaborasi lintas komunitas,” ujarnya, Senin (1/9).
Iwan menjelaskan, JYLC 2026 dirancang sebagai langkah awal untuk mempersiapkan generasi muda menjadi future leaders yang menentukan arah pembangunan Jakarta ke depan.
Menurutnya, generasi muda perlu didorong untuk melakukan kegiatan-kegiatan produktif, termasuk melalui ekonomi kreatif yang sarat dengan kekuatan ide, inovasi, dan talenta.
“Keberhasilan JYLC tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi dari jejaring, kolaborasi, dan aksi nyata yang dilakukan setelah peserta kembali ke komunitas masing-masing,” katanya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, Jakarta Youth Leadership Camp (JYLC) 2026 merupakan bentuk kolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda sebagai pilar dan calon pemimpin masa depan Jakarta.
Ia menyampaikan, dari sekitar 11 juta penduduk DKI Jakarta, sebanyak 2,4 juta jiwa merupakan penduduk berusia 15-29 tahun.
Menurutnya, kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan inovasi, memperkuat literasi, serta mengambil peran dalam pelayanan publik dan pembangunan Jakarta.
“Karena itu, JYLC menjadi ruang bagi 500 anak muda dari berbagai bidang untuk mengasah kepemimpinan, pola berpikir kritis, sekaligus memperluas jejaring,” ucapnya.
Marulina berharap para peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran selama dua hari, tetapi mampu menjadi kader dan agen perubahan yang melanjutkan berbagai program produktif di komunitas masing-masing.
“Dari 500 orang, kita harapkan selama setahun ke depan mereka punya banyak program lanjutan, tidak hanya dua hari pertemuan,” tuturnya.
Marulina menambahkan, selain pengembangan kepemimpinan, Marulina menyebut JYLC juga menjadi bagian dari rangkaian program Duta Anti-Hoaks Jakarta yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta bersama BI.
Program tersebut mendorong anak muda agar tidak hanya melek digital, tetapi juga cerdas digital melalui kemampuan STOP, yakni Stop, Think, Observe, dan Process, sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan generasi muda, sekaligus melahirkan lebih banyak agen perubahan yang dapat menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan Jakarta ke depan,” tandasnya.
Sekadar diketahui, rangkaian JYLC mengintegrasikan penguatan kapasitas dan pengalaman kolaboratif melalui Leadership Insights, kebanksentralan, inovasi generasi muda dalam optimalisasi layanan BUMD, literasi antihoaks dan fact-checking, Creative Economy for Public Impact, Personal and Collaborative Leadership, Outdoor Leadership Challenge, serta Youth Action Project Lab.
Penyelenggaraan JYLC 2026 rencananya akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Deputi Gubernur Senior Terpilih Bank Indonesia, Aida S. Budiman, hingga Youtuber Atta Halilintar.