2014, Realisasi Pendapatan Daerah Rp 43,82 Triliun

Selasa, 08 September 2015 Reporter: Andry Editor: Widodo Bogiarto 3424

Basuki Laporkan Pelaksanaan APBD 2014 ke DPRD DKI

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama melaporkan, pendapatan daerah tahun 2014 baru terealisasi Rp 43,82 triliun atau 67,38 persen dari target Rp 65,05 triliun.

Kami terus lakukan upaya perbaikan demi terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel

"Kami terus lakukan upaya perbaikan demi terwujudnya pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel," kata Basuki dalam sidang paripurna DPRD DKI terkait penyampaian pidato Gubernur tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) DKI Tahun Anggaran 2014, Selasa (8/9).

Sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Ferrial Sofyan ini juga dihadiri puluhan anggota DPRD dan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Basuki menjelaskan, pendapatan daerah tersebut terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi Rp 31,27 triliun atau 78,66 persen dari target Rp 39, 75 triliun, meliputi pajak daerah Rp 27,05 triliun dari target Rp 32,50 triliun, retribusi daerah Rp 515,16 miliar dari target Rp 1,74 triliun.

Realisasi belanja daerah terdiri dari realisasi belanja tidak langsung Rp 12,63 triliun dari anggaran Rp 17, 12 triliun‎ dan realisasi belanja langsung Rp 25,16 triliun dari anggaran Rp 46,52 triliun.

Dikatakan Basuki, anggaran belanja langsung tersebut dilaksanakan untuk pelaksanaan program unggulan Kartu Jakarta Pintar (KJP), rehabilitasi gedung sekolah dan peningkatan kesehatan dan lain sebagainya.

"Termasuk revitalisasi Terminal Bus Pinang Ranti, Klender, Rawamangun, pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT), flyover, jalan layang Tendean-Blok M-Ciledug, pembebasan waduk," papar Basuki.

‎Dalam kesempatan tersebut, Basuki juga menuturkan, realisasi pembiayaan daerah sebesar Rp 7,59 triliun yang berasal dari Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) tahun 2013 dan pengeluaraan pembiayaan tahun 2014 sebesar Rp 4,45 triliun. Pembiyaan daerah itu antara lain digunakan untuk penyertaan modal pemerintah (PMP) PT Bank DKI, PT Transjakarta, PT Jakarta Propertindo dan PT MRT.

BERITA TERKAIT
Proyek LRT Menunggu Pengesahan APBD Perubahan

Proyek LRT Menunggu Pengesahan APBD Perubahan

Senin, 07 September 2015 5927

Djarot Minta Dinas Pertamanan Genjot Penyerapan Anggaran

Djarot Minta Dinas Pertamanan Genjot Penyerapan Anggaran

Rabu, 02 September 2015 4762

Pembelian Mobil Dinas DPRD Sudah Sesuai Aturan

Pembelian Mobil Dinas DPRD Sudah Sesuai Aturan

Kamis, 03 September 2015 6869

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3922

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 468

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1145

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks