Kamis, 27 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 132
(Foto: Nurito)
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur memperkuat upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) melalui program Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP). Sebanyak 30 kader MDPP disiapkan untuk membantu mengedukasi sekaligus menggerakkan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Membangun budaya hidup bersih"
Ketua PMI Kota Jakarta Timur, Bambang Pangestu Aldriyan mengatakan, program MDPP dirancang untuk memperkuat pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, khususnya DBD dengan mengedepankan keterlibatan masyarakat.
"Program ini mengedepankan kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, dan unsur kewilayahan untuk membangun budaya hidup bersih serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan sejak dari lingkungan rumah," ujarnya, Kamis (27/8).
Bambang menjelaskan, rangkaian kegiatan MDPP telah dilaksanakan di sejumlah wilayah dengan melibatkan kader Jumantik, Puskesmas, Dasa Wisma, pengurus RT/RW, warga, serta unsur pemerintahan setempat.
"Upaya tidak hanya berfokus pada pemeriksaan jentik nyamuk di rumah warga, tetapi juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD," terangnya.
Menurutnya, sebagai bagian dari penguatan kapasitas, 30 kader yang telah mengikuti pelatihan MDPP mendapatkan perlengkapan pendukung berupa raket nyamuk, rompi, dan kartu identitas atau ID Card.
"Rompi dan ID Card menjadi identitas resmi kader ketika menjalankan kegiatan di lapangan, sedangkan raket nyamuk digunakan sebagai salah satu sarana pendukung pengendalian nyamuk di lingkungan masyarakat," ungkapnya.
Ia menuturkan, puluhan kader tersebut juga sudah aktif melakukan kegiatan pencegahan DBD di tengah masyarakat. Di antaranya di RW 05, Kelurahan Balekambang serta RW 06 dan RW 07, Kelurahan Pekayon.
"Mereka melaksanakan PSN bersama kader Jumantik, Puskesmas kelurahan, Dasa Wisma, warga, dan unsur kewilayahan setempat," ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, lanjut Bambang, warga kembali diingatkan pentingnya menerapkan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Adapun langkah Plus yang disosialisasikan meliputi penggunaan larvasida atau abate, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan losion antinyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, hingga menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah.
"Pesan-pesan tersebut diperkuat melalui pemasangan poster dan spanduk edukasi di lingkungan warga," bebernya.
Bambang menekankan, pemberantasan sarang nyamuk tidak boleh hanya dilakukan ketika ada kegiatan Grebek PSN. Pencegahan DBD harus menjadi kebiasaan yang dilakukan masyarakat secara rutin.
"Ketika warga mulai terbiasa memeriksa tempat penampungan air, membersihkan lingkungan, dan menerapkan 3M Plus, di situlah upaya pencegahan benar-benar berjalan," tandasnya.