Selasa, 09 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 194
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, selama Januari-Mei 2026 mengalami penurunan hingga 60 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna menjabarkan, pada Januari-Mei 2026 kasus DBD di wilayah Kecamatan Kembangan tercatat ada 89 kasus.
"PSN yang massif dan metode Wolbachia menjadi faktor penting,"
Jumlah ini, kata Sahruna, menurun drastis dibanding 2025 lalu sebanyak 227 kasus. Sementara, pada 2024 periode sama tercatat ada 377 kasus.
"Selain upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang telah massif dilaksanakan, penerapan metode Wolbachia menjadi faktor penting terhadap turunnya kasus DBD di Kembangan," tutur Sahruna, Selasa (9/6).
Sebagai informasi Pemprov DKI Jakarta telah meluncurkan program penanggulangan DBD melalui nyamuk ber-wolbachia, di wilayah RW 07 Kembangan Utara, pada Oktober 2024.
Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk ber-wolbachia lantaran memiliki angka kasus DBD tertinggi pada tahun 2023 dengan IR 54,1 per 100.000 penduduk.
Sejak diluncurkan Oktober 2024 lalu, program Wolbachia itu terus dikembangkan ke lima wilayah kelurahan lainnya, yakni Kembangan Selatan, Meruya Utara, Meruya Selatan, Joglo dan Srengseng.
Alhasil, penurunan kasus yang terjadi periode Januari-Mei 2026 ini berdampak terhadap penilaian IR (Incidence Rate) kasus DBD Kecamatan Kembangan mengalami penurunan, menjadi peringkat ketujuh se-Jakarta Barat.
"Hingga 7 Juni kemarin baru ada tiga kasus. Sedangkan data kasus DBD selama Juni tahun 2025 sebanyak 49 kasus," tandasnya.