Program Wolbachia Tanggulangi DBD Mulai Diterapkan di Cengkareng

Jumat, 21 Agustus 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 224

IMG 20260821 WA0067

(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat,Jumat (21/8), resmi menerapkan program penanggulangan wabah demam berdarah dengue (DBD) melalui metode wolbachia di wilayah Kecamatan Cengkareng.

Penerapan program ini ditandai dengan penyerahan 4.000 telur nyamuk aedes aegypti yang diinfeksi bakteri wolbachia di RPTRA Utama, Jalan Utama Raya, RT 09/04 Kelurahan Cengkareng Barat.

PSN harus tetap rutin dan konsisten dilaksanakan

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin, mengimbau seluruh pihak terkait, mulai dari unsur masyarakat dan stakeholder agar menyukseskan program ini.

Diharapkan Imron, program wolbachia di wilayah Kecamatan Cengkareng, bisa terlaksana maksimal. Dengan begitu, warga akan terbebas dari penyakit demam berdarah.

“Kami harapkan, implementasi program wolbachia di Kecamatan Cengkareng bisa berhasil seperti yang pernah dilakukan di Kecamatan Kembangan," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni menkjelaskan, pengentasan DBD melalui program wolbachia hanyalah salah satu upaya. Ia meminta agar upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang biasa dilaksanakan tetap berjalan maksimal.

"Upaya-upaya lain yang tidak dilupakan yaitu PSN. Jadi, PSN harus tetap rutin, konsisten dilaksanakan," imbuhnya.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna mengungkapkan kasus DBD tahun 2026, di wilayah Jakarta Barat berdasarkan laporan hingga 20 Agustus 2026, Incident Rate (IR) atau angka kasus baru 62.3 per 100.000 penduduk dan jumlah kasus sebanyak 1.591.

Dari delapan kecamatan yang ada di Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng dengan jumlah 563 kasus dan angka IR 96,7, merupakan yang tertinggi.

"Karena itu kami pilih Kecamatan Cengkareng menjadi implementasi kedua program Wolbachia di Jakarta Barat, setelah sebelumnya Kecamatan Kembangan," ujarnya.

Diungkap Sahruna, implementasi program wolbachia di Kecamatan Kembangan efektif memberikan dampak penurunan kasus DBD. Sehingga saat ini, Kecamatan Kembangan merupakan kawasan dengan angka IR terendah di Jakarta Barat.

Dalam kegiatan peluncuran ini, diserahkan delapan ember yang masing-masing berisi 500 telur nyamuk aedes aegypti yang diinfeksi bakteri wolbachia kepada perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan enam orang tua asuh (OTA) perwakilan dari enam kelurahan di Jakarta Barat.

Dua ember di antaranya l diterima Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Sjahrin dan ditempatkan di kawasan RPTRA Utama.

"Nantinya secara bertahap akan diserahkan ke 7669 OTA se-Kecamatan Cengkareng. Setiap OTA akan diserahi satu ember wolbachia," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Jumantik psn jakbar budi

Kasus DBD di Kecamatan Cengkareng Capai 548 Kejadian

Rabu, 05 Agustus 2026 324

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7739

Dayung Ciliwung jati

Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

Kamis, 20 Agustus 2026 1176

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 912

Kapal dishub pulau jati2

Warga Kepulauan Seribu Berhak Dapat Layanan Transportasi Setara

Minggu, 16 Agustus 2026 1393

Gubernur Lantik Pejabat Eselon Dua otoy

Lantik Tujuh Pejabat Eselon II, Pramono Dorong Transparansi dan Inovasi

Rabu, 19 Agustus 2026 735

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks