Kamis, 27 Agustus 2026 Andri Widiyanto 52
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menekan polusi udara dan partikel debu di wilayah ibu kota melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Kamis (27/8). Teknik modifikasi cuaca yang dilakukan hari ini berbeda dari sebelumnya, di mana jika biasanya menggunakan metode konvensional dengan penyemaian garam pada awan potensial hujan, operasi kali ini menerapkan metode penyemprotan cairan campuran sodium lauryl sulfate (SLS) dan air secara langsung ke udara.
Unduh Potret
Petugas sedang memastikan kesiapan pesawat
Berdasarkan hasil analisis, metode penyemprotan cairan SLS ini dinilai cukup efektif karena mampu menekan kadar polusi udara antara 1 hingga 23 persen
Tujuan utama dari penyemprotan campuran ini adalah untuk mengikat polutan di udara
Melalui upaya ini, diharapkan nilai konsentrasi PM 2.5 di wilayah Jakarta dapat mengalami penurunan secara signifikan
Berdasarkan hasil rekomendasi BMKG, fokus penyemprotan kali ini diarahkan ke sisi selatan wilayah Jakarta Timur
Debit cairan diatur melalui keran kontrol di dalam kabin, dengan kapasitas angkut maksimal mencapai 1.000 liter cairan campuran SLS per satu kali penerbangan
Untuk memaksimalkan penyemprotan, satu pesawat dijadwalkan melakukan dua kali penerbangan (sortie) setiap hari
Dalam proses penyemprotan, digunakan alat spray khusus yang terpasang pada sayap pesawat