Pengaduan Warga Jadi Sensor Sosial

Jumat, 21 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 313

IMG 20260820 WA0083

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Aduan masyarakat dinilai tidak hanya dipandang sebagai keluhan. Lebih dari itu, aduan masyarakat justru dapat menjadi sensor sosial untuk mengindentifikasi persoalan sekaligus mendorong lahirnya solusi.

Hal tersebut disampaikan Ketua RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur saat menghadiri JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.

"sebagai sensor sosial,"

"Jangan marahi warga kita yang cerewet. Jangan menganggap komplain itu sesuatu yang tabu. Jadikan pengaduan warga sebagai sensor sosial," ujar Taufiq, Jumat (21/8).

Taufiq mengatakan, komunikasi melalui WhatsApp masih menjadi salah satu kanal tercepat bagi warga RT 08 untuk menyampaikan persoalan. Namun, setiap aduan tidak berhenti pada penyampaian keluhan, melainkan ditindaklanjuti menjadi gerakan dan solusi di tingkat lingkungan.

Sejumlah inovasi pun dikembangkan, di antaranya RT Online untuk meningkatkan transparansi anggaran dan komunikasi warga, sistem pengaduan berbasis QR code, hingga pemanfaatan gang sempit sebagai ruang edukasi lingkungan.

Menurut Taufiq, transformasi digital juga harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Hasil pengolahan dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam, sedangkan limbahnya diolah kembali menjadi kompos.

"Masalah ini bukan di pusat, tetapi ada di akar. Selama RT belum naik kelas, negara akan terus terbebani," katanya.

Taufiq juga mendorong generasi muda terlibat dalam pengelolaan pengaduan dan pengembangan inovasi di lingkungan. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan perubahan nyata, bukan sekadar mendukung aktivitas di media sosial.

Ia menegaskan, perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Jika setiap RT mampu bergerak dan mengembangkan solusi sesuai persoalan di wilayahnya, beban pemerintah dalam menangani berbagai persoalan masyarakat juga dapat berkurang.

"Indonesia bisa menjadi besar bukan dari gedung tinggi, tetapi dari lingkungan yang dijaga. Pengaduan masyarakat jangan dianggap tabu. Masalah harus dihadapi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kadis kominfotik marulina dewi jaki ist

JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 Perkuat Layanan Publik Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 906

Praktisi AI Wafa Taftazani fakhri3

JFCF 2026, Adopsi AI dalam Pelayanan Publik Dinilai Jadi Keharusan

Rabu, 19 Agustus 2026 379

Kadis kominfotik marulina dewi fakhri ist2

Kadis Kominfotik Paparkan Tiga Kunci Penerapan Smart City di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 444

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7766

Dayung Ciliwung jati

Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

Kamis, 20 Agustus 2026 1272

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 941

Kapal dishub pulau jati2

Warga Kepulauan Seribu Berhak Dapat Layanan Transportasi Setara

Minggu, 16 Agustus 2026 1426

Gubernur Lantik Pejabat Eselon Dua otoy

Lantik Tujuh Pejabat Eselon II, Pramono Dorong Transparansi dan Inovasi

Rabu, 19 Agustus 2026 752

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks