Pengaduan Warga Jadi Sensor Sosial

Jumat, 21 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 554

IMG 20260820 WA0083

(Foto: Fakhrizal Fakhri)

Aduan masyarakat dinilai tidak hanya dipandang sebagai keluhan. Lebih dari itu, aduan masyarakat justru dapat menjadi sensor sosial untuk mengindentifikasi persoalan sekaligus mendorong lahirnya solusi.

Hal tersebut disampaikan Ketua RT 08/04, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur saat menghadiri JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.

"sebagai sensor sosial,"

"Jangan marahi warga kita yang cerewet. Jangan menganggap komplain itu sesuatu yang tabu. Jadikan pengaduan warga sebagai sensor sosial," ujar Taufiq, Jumat (21/8).

Taufiq mengatakan, komunikasi melalui WhatsApp masih menjadi salah satu kanal tercepat bagi warga RT 08 untuk menyampaikan persoalan. Namun, setiap aduan tidak berhenti pada penyampaian keluhan, melainkan ditindaklanjuti menjadi gerakan dan solusi di tingkat lingkungan.

Sejumlah inovasi pun dikembangkan, di antaranya RT Online untuk meningkatkan transparansi anggaran dan komunikasi warga, sistem pengaduan berbasis QR code, hingga pemanfaatan gang sempit sebagai ruang edukasi lingkungan.

Menurut Taufiq, transformasi digital juga harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui pengolahan sampah organik menggunakan maggot. Hasil pengolahan dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ayam, sedangkan limbahnya diolah kembali menjadi kompos.

"Masalah ini bukan di pusat, tetapi ada di akar. Selama RT belum naik kelas, negara akan terus terbebani," katanya.

Taufiq juga mendorong generasi muda terlibat dalam pengelolaan pengaduan dan pengembangan inovasi di lingkungan. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan perubahan nyata, bukan sekadar mendukung aktivitas di media sosial.

Ia menegaskan, perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Jika setiap RT mampu bergerak dan mengembangkan solusi sesuai persoalan di wilayahnya, beban pemerintah dalam menangani berbagai persoalan masyarakat juga dapat berkurang.

"Indonesia bisa menjadi besar bukan dari gedung tinggi, tetapi dari lingkungan yang dijaga. Pengaduan masyarakat jangan dianggap tabu. Masalah harus dihadapi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kadis kominfotik marulina dewi jaki ist

JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 Perkuat Layanan Publik Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 1450

Praktisi AI Wafa Taftazani fakhri3

JFCF 2026, Adopsi AI dalam Pelayanan Publik Dinilai Jadi Keharusan

Rabu, 19 Agustus 2026 665

Kadis kominfotik marulina dewi fakhri ist2

Kadis Kominfotik Paparkan Tiga Kunci Penerapan Smart City di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 827

BERITA POPULER
Munjirin Tinjau Ring Tinju Flyover Kampung Melayu

Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

Senin, 26 Oktober 2026 2423

Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2908

LRT jakarta jati2

Kapasitas LRT Diminta Ditambah Usai Transportasi Publik Semakin Terhubung

Senin, 26 Oktober 2026 1218

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 901

Keseruan Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 1

Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

Sabtu, 24 Oktober 2026 1708

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks