Kadis Kominfotik Paparkan Tiga Kunci Penerapan Smart City di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 159

Kadis kominfotik marulina dewi fakhri ist2

(Foto: Istimewa)

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi memaparkan tiga kunci penerapan smart city di Jakarta. Menurutnya, penerapan smart city mencakup tiga siklus, yakni lead, transform, dan impact.

Dikatakan Marulina, kesiapan organisasi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), tata kelola, serta integrasi data menjadi faktor penting agar pemanfaatan teknologi tidak berjalan sendiri-sendiri di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

"Smart city menjawab seluruh persoalan kota,"

"Yang paling penting adalah bagaimana organisasi atau lembaga atau bidang OPD-nya itu siap untuk membuat teknologi ini benar-benar berdampak dan menjadi bagian dari pelayanan publik," ujar Marulina, dalam acara JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8).

Ia menegaskan, konsep smart city tidak diukur dari banyaknya teknologi atau aplikasi yang digunakan pemerintah, melainkan dari dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

Menurutnya, teknologi harus mampu menjawab persoalan kota sekaligus membuat kehidupan warga menjadi lebih mudah.

"Smart city itu tentang bagaimana teknologi itu memang bisa membantu masalah-masalah yang ada di masyarakat, bisa menjawab seluruh persoalan kota, dan membuat kehidupan masyarakat bisa lebih simpel," katanya.

Marulina menjelaskan, pembangunan smart city harus diawali dengan kepemimpinan yang memahami kebutuhan masyarakat dan memiliki arah pembangunan yang jelas. Selanjutnya, teknologi berperan sebagai enabler untuk mendorong transformasi hingga menghasilkan dampak nyata bagi warga.

Di DKI Jakarta, sambung Marulina, pemanfaatan teknologi antara lain dilakukan melalui media monitoring dan social public listening untuk memantau berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Pemprov DKI juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung analisis dan pengambilan keputusan berbasis data.

Selain itu, Jakarta Smart Eye mengintegrasikan hampir 12.000 kamera CCTV untuk membantu memantau kondisi dan pergerakan kota. Sistem tersebut juga didukung akses Wi-Fi gratis di hampir 3.000 titik ruang publik.

Dari sisi pelayanan publik, aplikasi JAKI telah mengintegrasikan 101 aplikasi dan layanan pemerintah. JAKI juga memiliki fitur Cepat Respon Masyarakat (CRM) yang menerima sekira 800 aduan warga setiap hari untuk diteruskan kepada OPD terkait.

Marulina menegaskan, seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, responsif, akuntabel, dan efisien sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

"Jakarta selalu siap untuk menjadi etalase bagi seluruh pemerintah daerah lainnya dan juga siap berkolaborasi dengan Komdigi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional kemenpanRB adi nugroho fakhri2

KemenPAN-RB Tekankan Smart City Bukan Sekadar Banyaknya Teknologi

Rabu, 19 Agustus 2026 300

Pemprov DKI-Sulawesi Selatan jajaki kerja sama strategis

Pemprov DKI-Sulsel Jajaki Kerja Sama Smart City hingga Ketahanan Pangan

Jumat, 19 Desember 2025 1995

Praktisi AI Wafa Taftazani fakhri3

JFCF 2026, Adopsi AI dalam Pelayanan Publik Dinilai Jadi Keharusan

Rabu, 19 Agustus 2026 349

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7599

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 9159

Pemilik bangunan ubah saluran ist

Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

Jumat, 14 Agustus 2026 2363

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 848

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 2143

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks