Transformasi Digital Harus Responsif terhadap Aduan Warga

Kamis, 20 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 138

Walkot jakbar iin ist

(Foto: Istimewa)

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menekankan pentingnya transformasi digital untuk merespons pengaduan warga secara cepat dan tepat. Menurutnya, pemerintah tidak bisa lagi bekerja dengan pola business as usual lantaran kebutuhan masyarakat terus berkembang.

"Ketika kita bicara business as usual, pasti akan terjadi hal yang berulang. Ada delay antara harapan dan kenyataan. Kunci dari pengaduan agar menjadi jelas adalah cepat, tepat, dan tidak berulang," ujar Iin saat acara JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8).

"Dari aduan menjadi gerakan wilayah,"

Berdasarkan data hingga Juli 2026, tercatat 6.871 aduan warga di Jakarta Barat. Jumlah tertinggi terjadi pada Juni dengan sekitar 1.137 aduan. Dari jumlah tersebut, 68,6 persen berkaitan dengan persoalan sampah.

Iin menyebut, data pengaduan tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan. Ia mencontohkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 yang dinilai merespons persoalan sampah sebagai isu paling banyak dikeluhkan warga.

Di sisi lain, Iin mengatakan, pemerintah perlu menyesuaikan diri dengan perubahan pola komunikasi masyarakat. Media sosial kini kerap menjadi pilihan warga untuk menyampaikan keluhan sebelum menggunakan kanal resmi seperti JAKI dan Cepat Respon Masyarakat (CRM).

Menurutnya, media sosial tidak perlu dipandang sebagai pesaing kanal pengaduan pemerintah, melainkan dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan komunikasi publik. Pemerintah juga perlu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengolah data dan menyajikan informasi secara lebih cepat dan tepat.

Iin menegaskan, transformasi digital harus tetap diimbangi dengan komunikasi langsung. Pemerintah perlu menyediakan berbagai pilihan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kalau bisa dengan konvensional, ketemu itu lebih tepat, kenapa tidak. Tetapi kalau harus dijemput dengan sistem online juga memang kenapa tidak. Jadi kita siapkan berbagai menu untuk masyarakat, tetapi tentu menu yang user friendly," katanya.

Ia berharap, penguatan JAKI dan CRM dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan, sekaligus memperkuat transparansi dan partisipasi masyarakat.

Iin juga mendorong perluasan sosialisasi kanal pengaduan serta pengembangan fitur penilaian layanan dan reward points bagi warga yang aktif memberikan informasi.

Dengan demikian, kanal digital pemerintah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyampaikan keluhan, tetapi juga ruang dialog dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah.

"Dari aduan menjadi gerakan wilayah. Ini menjadi semangat kami," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Praktisi AI Wafa Taftazani fakhri3

JFCF 2026, Adopsi AI dalam Pelayanan Publik Dinilai Jadi Keharusan

Rabu, 19 Agustus 2026 360

Wagub rano jfcf otoy

Rano Optimistis JFCF 2026 Perkuat Daya Saing Global Jakarta

Rabu, 19 Agustus 2026 310

Kadis kominfotik marulina dewi fakhri ist2

Kadis Kominfotik Paparkan Tiga Kunci Penerapan Smart City di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 267

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7651

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 9197

Pemilik bangunan ubah saluran ist

Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

Jumat, 14 Agustus 2026 2397

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 2177

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 864

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks