Digitalisasi Daerah Jadi Kunci Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 20 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 182

Jfcf2026 hari kedua fakhri ist

(Foto: Istimewa)

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Sonny Hendra Sudaryana menilai, transformasi digital menjadi salah satu mesin penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen.

Menurut Sonny, transformasi digital tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dan konektivitas. Pemanfaatan teknologi harus mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai daerah.

"sumber pertumbuhan ekonomi,"

"Kalau kita melihat Indonesia sekarang bonus demografi, 50 persen di bawah 30 tahun, 70 persen di usia produktif," ujar Sonny, dalam acara JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/8).

Ia menjelaskan, momentum bonus demografi perlu dimanfaatkan secara optimal dalam beberapa tahun ke depan. Sebab, struktur penduduk Indonesia diperkirakan mulai memasuki fase penuaan pada 2035.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan bonus demografi tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Dikatakan Sonny, Komdigi mendorong transformasi digital melalui tiga fokus utama, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Terhubung diwujudkan melalui pemerataan konektivitas yang berkualitas dan terjangkau. Sementara Tumbuh diarahkan untuk memaksimalkan dampak ekonomi dari konektivitas tersebut. Adapun Terjaga berfokus pada perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak dari dampak negatif ruang digital.

Ia menekankan, pembangunan ekosistem digital juga harus memastikan nilai ekonomi yang dihasilkan teknologi tidak hanya dinikmati perusahaan global. Indonesia perlu meningkatkan kemampuan untuk menciptakan sekaligus mempertahankan nilai ekonomi di dalam negeri.

"Yang pertama adalah value retention, bagaimana value itu tetap di kita, enggak terlalu banyak keluar dari Indonesia, bukan kita dilihat sebagai market. Yang kedua, spillover to real economy," katanya.

Menurut Sonny, digitalisasi harus memberikan dampak langsung terhadap sektor riil seperti meningkatkan produktivitas petani, petambak, dan pelaku UMKM lainnya. Pemerintah juga perlu menjadi early adopter inovasi agar produk dan layanan digital yang dikembangkan sektor swasta maupun masyarakat memiliki ruang untuk berkembang.

Di sisi lain, Sonny mengingatkan sejumlah tantangan dalam perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Tantangan tersebut antara lain potensi kesenjangan digital antara kota dan desa, risiko kebocoran data, serta semakin maraknya praktik penipuan yang memanfaatkan teknologi AI.

Guna mengurangi kesenjangan tersebut, Komdigi menyiapkan inisiatif Garuda Spark Innovation Hub di 20 kota. Program ini ditujukan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan, jaringan, dan kapasitas digital sehingga pengembangan ekosistem teknologi tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta.

Sonny juga menilai pemerintah daerah perlu mengubah pendekatan dalam membangun kota cerdas. Pemerintah tidak lagi cukup berperan sebagai administrator, tetapi juga harus menjadi fasilitator, kolaborator, hingga orchestrator yang mampu mempertemukan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak untuk menyelesaikan persoalan bersama.

"Indonesia 8 persen ini enggak bisa di-create di Jakarta saja. Harus ada kontribusi GDP dari tiap-tiap daerah," ucap Sonny.

Ia berharap, kolaborasi antardaerah dan penguatan ekosistem digital dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat diwujudkan melalui kontribusi dari berbagai daerah di Indonesia.

"Jadi Bung Hatta pernah bilang, 'Indonesia tidak bisa besar dengan menyalakan obor di Jakarta, tapi harus dengan menyalakan lilin-lilin kecil di daerah'. Harapannya dengan inisiatif bersama dan konsep sebagai orchestrator kita punya visioning yang sama, pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa terwujud," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kadis kominfotik marulina dewi jaki ist

JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 Perkuat Layanan Publik Digital

Jumat, 14 Agustus 2026 885

Kadis kominfotik marulina dewi fakhri ist2

Kadis Kominfotik Paparkan Tiga Kunci Penerapan Smart City di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 267

Pemprov DKI-Sulawesi Selatan jajaki kerja sama strategis

Pemprov DKI-Sulsel Jajaki Kerja Sama Smart City hingga Ketahanan Pangan

Jumat, 19 Desember 2025 1999

BERITA POPULER
IMG 20260817 WA0044

Dubes Belanda Lihat Kemeriahan Peringatan HUT ke-81 RI di Malaka Jaya

Senin, 17 Agustus 2026 7651

Munjirin Pimpin Panen Sayur sekolah nur

Panen Serentak di Jaktim Hasilkan 2 Ton

Jumat, 14 Agustus 2026 9197

Pemilik bangunan ubah saluran ist

Pemkot Jaksel Tegur Pemilik Bangunan Langgar Aturan

Jumat, 14 Agustus 2026 2397

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset dan Optimalisasi Anggaran 2026

Komisi D Minta Pemprov DKI Perkuat Pengamanan Aset

Jumat, 14 Agustus 2026 2177

Lomba nasi goreng ciracas nur

Ketua RW dan LMK di Susukan Adu Jago Bikin Nasi Goreng

Rabu, 19 Agustus 2026 864

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks