Rabu, 19 Agustus 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 78
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama PAM Jaya terus mendorong optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pelayanan air minum perpipaan bagi masyarakat.
"Fasilitas SWRO"
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui sosialisasi pelayanan air minum perpipaan di Gedung Serbaguna Bumi Perkemahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berkaitan erat dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.
Dalam kesempatan tersebut, Fadjar juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kendala pelayanan air bersih yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir akibat gangguan pada fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
"Fasilitas SWRO kita sempat mengalami kerusakan pada komponen pompa sehingga terpaksa tidak beroperasi selama kurang lebih dua setengah bulan. Alhamdulillah, saat ini perbaikan sudah selesai, SWRO kita kini sudah aktif dan berfungsi kembali," ujarnya, Rabu (19/8).
Menurutnya, Pemkab Kepulauan Seribu bersama PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air minum perpipaan di Kepulauan Seribu mencapai 100 persen. Selain memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi, perluasan layanan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan air tanah.
"Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang melakukan kajian mendalam terkait Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan penggunaan air tanah. Saya mengimbau warga untuk mulai beralih sepenuhnya ke air perpipaan demi menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal kita," terangnya.
Fadjar menambahkan, pelayanan air bersih ke depan akan semakin modern dengan penerapan smart water meter. Teknologi tersebut memungkinkan pencatatan konsumsi air dilakukan secara digital dan waktu nyata (real-time) sehingga lebih akurat dan transparan.
Selain itu, pembayaran tagihan air kini telah terintegrasi secara digital melalui QRIS dan aplikasi perdagangan elektronik (e-Commerce). Melalui sistem tersebut, masyarakat tidak perlu lagi melakukan pembayaran secara konvensional.
"Saat ini, warga tidak perlu repot mengantre. Pembayaran tagihan air telah terintegrasi secara digital melalui QRIS dan aplikasi e-commerce, sehingga layanan air minum menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan," ungkapnya.
Direktur Teknik PAM Jaya, Akhmad Santika menegaskan komitmen perusahaan untuk menyediakan air bersih dengan kualitas air minum bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Namun, karakteristik wilayah kepulauan membuat pengelolaan infrastruktur air memiliki tantangan tersendiri.
Salah satunya adalah risiko korosi pada jaringan pipa dan pompa akibat udara dengan kadar garam atau natrium klorida (NaCl) yang tinggi. Untuk itu, PAM JAYA terus melakukan penyesuaian teknis agar proses pengolahan dan distribusi air dapat berjalan optimal.
"Kami terus berupaya agar pengolahan air lancar dan pelayanan air bisa berjalan 24 jam. Target kami, pada tahun 2029 seluruh layanan air perpipaan sudah mencapai 100 persen," bebernya.
Ia mengapresiasi masyarakat yang sudah beralih menggunakan layanan air perpipaan dan meninggalkan penggunaan air tanah. Pencapaian target layanan air perpipaan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak.
"Target program ini akan berhasil jika masyarakat, aparat pemerintah, dan PAM Jaya terus berkolaborasi dengan baik," ucapnya.
Sementara itu, warga Pulau Untung Jawa, Asroni (52) menyambut baik kembali beroperasinya fasilitas SWRO. Sebab, ketersediaan air bersih sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah, sekarang air sudah kembali aktif. Kami senang karena tidak lagi kekurangan air bersih dan kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan lebih baik," tandasnya.