Rabu, 29 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 84
(Foto: Anita Karyati)
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Taman Terpadu, Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
"Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat"
Pembangunan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu dengan The Antheia Project. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat, khususnya warga Pulau Harapan.
Fadjar mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan fasilitas SWRO tersebut.
Menurutnya, inovasi pengolahan air laut menjadi air bersih sangat penting untuk meningkatkan kemandirian wilayah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kepulauan Seribu, saya mengucapkan terima kasih. Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga membutuhkan kreativitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak," ujarnya, Rabu (29/7).
Fadjar menjelaskan, meskipun wilayah Kepulauan Seribu dikelilingi sumber air baku yang melimpah, ketersediaan air bersih yang layak minum masih menjadi tantangan. Kondisi tersebut semakin terasa ketika memasuki musim kemarau atau saat wilayah terdampak fenomena El Nino.
"Keberadaan SWRO ini manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, khususnya warga Pulau Harapan. Harapan kami, pembangunan ini dapat berkelanjutan dan dijaga bersama," terangnya.
Sementara itu, Co-Founder dan CEO The Antheia Project, Ruhani Nitiyudo menuturkan, pihaknya berkomitmen mendorong berbagai aksi keberlanjutan yang memberikan dampak positif terhadap aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi sejak organisasi tersebut berdiri pada 2020.
"Kami percaya setiap orang memiliki peran dalam menjaga lingkungan. Berawal dari edukasi melalui media sosial, kemudian kami mulai melakukan advokasi serta aksi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di Kepulauan Seribu," ungkapnya.
Ruhani menambahkan, sebelum pembangunan fasilitas SWRO dimulai, The Antheia Project telah menyalurkan sekitar 10.000 galon air bersih kepada masyarakat Kepulauan Seribu.
Pembangunan SWRO di Pulau Harapan diharapkan menjadi langkah nyata dalam menghadirkan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
"Kami tidak hanya ingin menjalankan proyek satu kali, tetapi memastikan gerakan ini berkelanjutan," tandasnya.