Selasa, 18 Agustus 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 255
(Foto: Ilustrasi)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi peristiwa kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar di Jalan Raya Bogor, kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pramono mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi setelah korban terjatuh akibat kondisi jalan yang licin. Korban kemudian terlindas truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang melaju searah.
"Yang begini tidak boleh terulang,"
"Yang di Pasar Kramat Jati, kebetulan saya mengikuti karena memang kondisinya adalah karena jalan yang licin, terpeleset, dan kemudian tertabrak oleh mobil Dinas Lingkungan Hidup," ujar Pramono, Selasa (18/8).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pramono telah meminta Wali Kota Jakarta Timur dan Satpol PP untuk memastikan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan segera ditangani.
Ia menegaskan, kondisi jalan yang basah dan licin tidak boleh dibiarkan karena dapat memicu kecelakaan dan membahayakan keselamatan warga.
"Yang begini tidak boleh terulang. Karena membiarkan tempat yang basah sehingga ada yang terpeleset dan tertabrak mobil. Mudah-mudahan itu tidak terulang kembali," katanya.
Sebelumnya, seorang pelajar berinisial HH (17) meninggal dunia setelah terlindas truk sampah DLH DKI Jakarta di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (17/8) pagi.
Kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang dikendarai korban terjatuh akibat kondisi jalan yang licin. Pada saat bersamaan, truk yang melaju searah melindas korban.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati. Sementara itu, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan telah diamankan Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.