Minggu, 27 September 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 682
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan kampanye pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Mengusung tema "Jaga Jakarta: Satu Rumah, Satu Jumantik, Zero Jentik", kegiatan tersebut turut didukung sejumlah mitra, yakni Takeda, Enesis, Pertamina, dan Ekobisnis.com.
"PSN 3M Plus perlu dilakukan"
Kolaborasi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan dengue serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Beky Mardani mengatakan, masyarakat diajak memahami dan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
"PSN 3M Plus perlu dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam seminggu. Upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab setiap keluarga di rumah, tetapi juga perlu dilakukan bersama di sekolah, perkantoran, tempat-tempat umum, dan lingkungan lainnya," ujarnya, Minggu (27/9).
Beky menjelaskan, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai langkah-langkah Plus, seperti menggunakan kelambu saat tidur, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan losion antinyamuk, serta menjaga kebersihan lingkungan.
"Edukasi ini kami kemas secara interaktif agar pesan pencegahan dengue lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain kampanye, kegiatan di HBKB juga diisi dengan fun walk interaktif, pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) komunitas, dan permainan interaktif cegah DBD," terangnya.
Menurutnya, pencegahan DBD dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni rumah. Melalui konsep Satu Rumah, Satu Jumantik, setiap keluarga diajak memiliki anggota keluarga yang berperan sebagai juru pemantau jentik (Jumantik) dengan rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Beky menambahkan, kampanye tersebut juga menjadi bagian dari edukasi melalui Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang telah dilaksanakan di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Program tersebut total telah menjangkau 178.358 jiwa di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
"Melalui semangat Satu Rumah, Satu Jumantik, Zero Jentik, PMI Provinsi DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan para mitra mengajak masyarakat menjadikan pemberantasan jentik sebagai kebiasaan bersama," ungkapnya.
Beky menuturkan, setiap keluarga yang aktif memantau dan memberantas jentik menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan lingkungan Jakarta yang lebih sehat sekaligus menekan risiko penularan dengue.
"Mari kita Jaga Jakarta dimulai dari rumah, dilakukan bersama, dan jadilah bagian dari gerakan masyarakat untuk mewujudkan Jakarta yang lebih sehat," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Arif Syaiful Haq menuturkan, DBD masih menjadi salah satu penyakit endemis yang memerlukan perhatian serius.
"Kolaborasi lintas sektor dan elemen masyarakat diperlukan untuk memutus rantai penularan," bebernya.
Ia menyampaikan, kampanye tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengampanyekan pencegahan DBD secara masif.
"Pemerintah menargetkan eliminasi total kasus kematian akibat demam berdarah di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2030 mendatang, sehingga tidak ada lagi warga yang kehilangan nyawa akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti," tandasnya.