Sabtu, 15 Agustus 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 131
(Foto: Istimewa)
Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) DKI Jakarta, turut menyemarakkan Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur ,.13 hingga 20 Agustus mendatang.
Jambore nasional ini diikuti 19.833 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan beberapa negara asing.
Menanamkan budaya hidup sehat dan aman sejak usia muda
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta sekaligus Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Saka POM DKI Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra mengungkapkan, keikutsertaan Saka POM merupakan bentuk sinergi BPOM dan Gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap kesehatan,serta keamanan obat dan makanan.
"Kami ingin anggota Saka POM tidak sekadar memahami keamanan obat dan makanan, tetapi juga mampu menyampaikan pengetahuan secara kreatif dan mudah diterima," kata Jeffeta Pradeko Putra seperti dikutip melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/8).
Dari Pramuka, lanjut Jeffeta, BBPOM di Jakarta membangun generasi yang cerdas memilih dan menggunakan obat dan makanan yang aman.
Menurutnya, keikutsertaan Saka POM pada Jamnas XII ini menjadi momentum memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan dan pelopor keamanan obat dan makanan.
"Melalui edukasi yang kreatif dan interaktif, Saka POM hadir menanamkan budaya hidup sehat dan aman sejak usia muda. Dari Pramuka untuk Indonesia yang sehat, mandiri, dan berdaya menuju Indonesia Emas 2045," tukasnya.
Sepanjang rangkaian Jamnas, jelas Jaffeta, Saka POM Jakarta menghadirkan kegiatan edukatif melalui Krida Informasi, Krida Pemantauan, dan Krida Pengujian.
Tiga booth Saka POM menyediakan aktivitas interaktif berupa kuis, pengujian cepat empat jenis bahan berbahaya, serta permainan tradisional bertema keamanan pangan.
"Saka POM Jakarta juga berkontribusi di kegiatan pengujian sederhana untuk menambah pengetahuan peserta pada proses pengujian pangan yang mengandung bahan berbahaya menggunakan tes cepat," pungkasnya.