Senin, 10 Agustus 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 205
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan permukiman, termasuk di musim kemarau. Sebab, aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran, terutama di kawasan permukiman, lahan kosong, dan lokasi penampungan sampah.
"Kita antisipasi bersama"
Syafrin mengatakan, instruksi tersebut perlu diperkuat menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi kemarau yang berpotensi dipengaruhi fenomena El Nino. Untuk itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan aktivitas pembakaran sampah, meskipun api yang digunakan berukuran kecil.
"Kita harus terus mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan karena sekecil apa pun api yang muncul, hal tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran besar," ujarnya, saat menghadiri rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) di Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Senin (10/8).
Syafrin juga menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan untuk menggencarkan sosialisasi larangan pembakaran sampah sembarangan. Selain itu, pemantauan terhadap sejumlah lokasi rawan kebakaran perlu ditingkatkan.
Lokasi yang menjadi perhatian antara lain tempat penampungan sampah sementara, lahan kosong, rumah kosong, serta area lain yang berpotensi menjadi titik awal terjadinya kebakaran.
"Kita ketahui akhir-akhir ini banyak peristiwa kebakaran, salah satunya di tempat pembuangan sampah dan lahan kosong. Itu yang perlu kita antisipasi bersama," terangnya.
Ia meminta unsur terkait menindak tegas setiap aktivitas pembakaran sampah yang ditemukan di lapangan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Syafrin mengingatkan agar musim kemarau tidak hanya diisi dengan upaya pencegahan kebakaran, tetapi juga dimanfaatkan untuk mempersiapkan wilayah menghadapi potensi musim hujan ekstrem. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah memastikan saluran air dalam kondisi bersih dan berfungsi optimal.
"Saya sudah minta agar jajaran Pemkot Jakarta Selatan dan warga turun bersama melakukan kerja bakti pembersihan saluran air dan lahan-lahan kosong di sekitarnya," tegasnya.
Sementara itu, Camat Kebayoran Lama, Mustofa menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sumber kebakaran, termasuk tempat pengepul barang bekas dan lahan kosong.
"Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sejak dini," bebernya.
Selain itu, lanjut Mustofa, pihak kecamatan bersama Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Suku Badan Kesbangpol, lurah, serta pengurus lingkungan akan meningkatkan sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan upaya kita bersama ini, lingkungan semakin aman dan nyaman, termasuk saat musim kemarau ataupun nantinya musim hujan," tandasnya.