Jumat, 07 Agustus 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 114
(Foto: Istimewa)
Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat mempercepat penanganan tumpukan sampah di RW 03, Kedaung Kaliangke, Cengkareng.
Penanganan diprioritaskan untuk segera memulihkan kebersihan lingkungan serta memastikan akses dan aktivitas warga, termasuk menuju sekolah, dapat kembali berjalan normal.
"Yang paling utama memastikan lingkungan segera kembali bersih,"
Humas Dinas LH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan secara intensif setelah menerima informasi mengenai kondisi tersebut.
“Yang paling utama memastikan lingkungan segera kembali bersih dan aktivitas warga tidak terganggu. Karena itu, jajaran kami di Jakarta Barat mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk mempercepat penanganan di lapangan,” ujar Yogi.
Ia menegaskan, percepatan penanganan di Kedaung Kaliangke dilakukan tanpa mengurangi pelayanan pengangkutan sampah rutin kepada masyarakat di wilayah Jakarta Barat.
“Penanganan di satu lokasi tidak boleh kemudian mengganggu pelayanan warga di tempat lain. Pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan, sementara penanganan di Kedaung Kaliangke diperkuat dengan armada, alat berat, dan personel tambahan,” katanya.
Kepala Suku Dinas LH Jakarta Barat, Aldi Jansen menjelaskan, berdasarkan estimasi sementara, volume sampah yang ditangani mencapai sekitar 140 ton.
Untuk mempercepat pembersihan, Sudin LH Jakarta Barat mengerahkan sekitar 13 hingga 15 truk pengangkut, satu unit shovel loader, serta 25 personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
“Penanganan kami lakukan secara intensif dengan alat berat untuk mempercepat pemuatan, kemudian sampah langsung diangkut menggunakan armada yang telah disiapkan. Target kami, penanganan utama dapat diselesaikan dalam satu hari sehingga akses warga kembali terbuka dan lingkungan dapat segera ditata,” ujar Aldi.
Menurut Aldi, petugas di lapangan juga memastikan proses pembersihan dilakukan secara terkoordinasi agar pengangkutan berjalan efektif dan tidak menimbulkan gangguan tambahan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Yogi menambahkan, penanganan cepat di lapangan perlu berjalan beriringan dengan penguatan pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber. Upaya tersebut penting untuk mengurangi beban sistem pengangkutan sekaligus mencegah munculnya penumpukan serupa.
“Pemerintah tentu hadir ketika ada persoalan yang harus segera ditangani. Namun solusi yang berkelanjutan membutuhkan kerja bersama. Semakin banyak sampah yang dikurangi, dipilah, dan diolah sejak dari sumber, semakin kecil pula potensi penumpukan di lingkungan,” jelasnya.
Karena itu, Dinas LH DKI Jakarta terus mendorong pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber sebagai bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah Jakarta.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Pemerintah memperkuat pelayanan dan pengolahan, sementara pemilahan dari rumah tangga menjadi bagian penting agar sistem pilah, angkut, dan olah dapat berjalan semakin baik. Tujuan akhirnya sama, lingkungan Jakarta yang lebih bersih dan nyaman bagi warga,” pungkas Yogi.