Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

Senin, 21 September 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 485

LRT ujicoba jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina mendorong penerapan tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai terjangkau dan terintegrasi dengan moda transportasi publik lain agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Menurut Wa Ode, beroperasinya LRT sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan waktu tempuh sekitar 28 menit harus diikuti konektivitas dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya.

"Jadi salah satu insentif,"

"Yang penting sekarang bukan hanya LRT-nya selesai, tetapi bagaimana LRT terhubung dengan Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya, sehingga masyarakat benar-benar mudah berpindah dari satu moda ke moda lain," ujar Wa Ode, Senin (21/9).

Ia meminta, Mikrotrans sebagai feeder menuju stasiun LRT diperkuat, termasuk pengembangan Park and Ride di kawasan Manggarai. Menurutnya, fasilitas tersebut dapat menjadi insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik.

"Kalau tarifnya dibuat terjangkau atau flat dan terintegrasi dengan perjalanan transportasi umum, ini bisa menjadi salah satu insentif agar masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi," katanya.

Lebih lanjut, Wa Ode menilai, besaran tarif integrasi juga perlu mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kebutuhan subsidi pelayanan publik (PSO), sehingga tetap terjangkau tanpa mengganggu keberlanjutan layanan.

Ia juga mendorong pengkajian keterlibatan Danantara dalam pembiayaan infrastruktur transportasi agar pembangunan dapat dipercepat tanpa membebani APBD secara berlebihan.

"Yang paling penting sekarang adalah integrasi. LRT, Transjakarta, Mikrotrans, KRL, dan moda lainnya harus terasa sebagai satu sistem bagi masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri," tandasnya.

Sebelumnya, LRT Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu (16/9). Proyek senilai Rp12,1 triliun tersebut didanai APBD DKI Jakarta dan dikerjakan PT Jakpro.

Pemprov DKI memberlakukan tarif khusus Rp8 selama delapan hari pertama, sebelum tarif flat sementara Rp5.000. Tarif resmi LRT akan diputuskan pada Oktober mendatang.

BERITA TERKAIT
Jembatan LRT Rawamangun jati

Legislator Dukung Pendanaan Alternatif Lanjutkan Pembangunan LRT Jakarta

Jumat, 18 September 2026 401

LRT jakarta jati2

Proyek LRT hingga Dukuh Atas Ditarget Rampung 2028

Kamis, 17 September 2026 458

Peresmian LRT kelapa gading rezap

LRT Manggarai Beroperasi, DPRD DKI Dorong Penguatan Moda Pengumpan

Rabu, 16 September 2026 334

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 3220

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 2056

LRT ujicoba jati

Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

Senin, 21 September 2026 486

Wagub rano upacara rapat besar ikada 81 jati

Pimpin Upacara Peringatan Rapat IKADA 2026, Rano Tegaskan Perjuangan Belum Tuntas

Senin, 21 September 2026 446

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 748

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks