Rabu, 05 Agustus 2026 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 261
(Foto: Nurito)
Pembangunan dinding penahan turap dan tanggul Waduk Rawa Babon sepanjang 78 meter, saat ini progresnya sudah mencapai 30 meter. Ditargetkan pekerjaan rampung pada akhir Agustus ini.
Pembangunan yang dikerjakan pihak ketiga ini, Selasa (4/8) kemarin, ditinjau langsung Inspektorat Pembantu Kota Jakarta Timur. Peninjauan ini menindaklanjuti aksi protes yang dilakukan warga di lokasi, karena menilai pihak kontraktor tidak profesional bekerja.
Menjawab aspirasi masyarakat dalam mengatasi masalah genangan
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga mengatakan, keluhan warga tersebut sudah diselesaikan secara musyawarah bersama pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, Sudin Sumber Daya Air (SDA), serta kontraktor dengan disaksikan tim inspektorat.
Dalam mediasi ini disepakati bahwa kontraktor harus mengerjakan ulang dinding penahan turap Waduk Rawa Bambon sepanjang 10 meter yang dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan dikhawatirkan warga akan bocor saat debit air tinggi.
"Pihak kontraktor menyanggupi untuk membongkar dan membangun ulang dinding penahan turap sepanjang 10 meter tersebut," jelas Ritonga, Rabu (5/8).
Ritonga menegaskan, pihaknya bersama masyarakat akan terus mengawasi pekerjaan tersebut karena memang ini untuk mengatasi masalah genangan yang kerap terjadi di pemukiman warga, dampak dari bocornya tanggul Waduk Rawa Bambon.
Sementara, Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Timur, Robby Triawan menjelaskan, dinding penahan turap ini memang dibangun agar tidak terjadi kebocoran pada turap dan tanggul.
Selama ini, ketika musim hujan banyak celah pada turap dan tanggul yang retak. Sehingga air melimpas dan menggenangi pemukiman warga.
Bahkan, kata Robby, pada 2023 lalu sempat jebol tanggulnya. Perbaikan tanggul dilakukan pada 2023 dan 2025.
"Saat ini kita bangun dinding turap penahan tanggul sepanjang 78 meter, kedalaman 3,3 meter. Ini untuk menjawab aspirasi masyarakat dalam mengatasi masalah genangan," kata Robby.
Menurut Robby, pekerjaan dimulai pada pertengahan Juli dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Saat ini pekerjaan baru berjalan sekitar 30 persen sehingga masih ada waktu untuk perbaikannya.
Diakuinya, kondisi di lapangan memang agak sulit. Karena lahan yang digali persis di samping waduk, sehingga perlu strategi khusus untuk menyiasati pembuatan dinding penahan tanggul tersebut.
Sementara, Ketua RW 04 Kelapa Dua Wetan, Tugimin Siswo Prasetyo menambahkan, dari pertemuan kemarin warga sudah merasa puas. Karena aspirasinya didengar pihak pemerintah kota dan kontraktor dengan disaksikan inspektorat.
Dia berharap, kontraktor bekerja secara profesional agar hasilnya memuaskan dan dapat mengatasi genangan di wilayahnya.
'Alhamdulillah ada solusi, kami minta pekerjaan ini dilakukan dengan baik, ikuti prosedur yang ada sesuai spek," tandasnya.