Rabu, 29 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 115
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Yayasan Madrasah Sa’adatuddarain di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan mendukung pelaksanaan program pemilahan sampah di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menyukseskan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah dari Sumber.
"Memilah sampah sejak usia dini"
Ketua Yayasan Madrasah Sa’adatuddarain, Juaini Yusuf mengatakan, penerapan budaya pilah sampah di lingkungan sekolah penting dilakukan untuk memastikan kebersihan sekaligus memberikan edukasi kepada peserta didik sejak dini.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat untuk menimba ilmu akademik, tetapi juga menjadi ruang strategis dalam membentuk kebiasaan dan karakter peserta didik, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami mendukung program pilah sampah ini karena kebersihan lingkungan sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama. Dengan membiasakan peserta didik memilah sampah sejak usia dini, mereka akan memahami pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar," ujarnya, Rabu (29/7).
Juaini menjelaskan, kebiasaan memilah sampah perlu ditanamkan secara konsisten agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para murid. Edukasi yang diberikan sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk budaya positif yang terus terbawa hingga mereka dewasa.
"Ini merupakan edukasi sejak dini. Anak-anak dibiasakan untuk mengenali dan memilah sampah sesuai jenisnya. Harapannya, kebiasaan ini tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat mereka terapkan di rumah dan lingkungan masyarakat hingga dewasa," terangnya.
Juaini menambahkan, penerapan budaya pilah sampah juga menjadi bentuk nyata kepedulian sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pengelolaan sampah yang baik sejak dari sumbernya, jumlah sampah yang tercampur dapat ditekan sehingga lebih mudah dikelola dan dimanfaatkan kembali.
"Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan membuang dan memilah sampah pada tempatnya. Jika kebiasaan ini dilakukan bersama-sama, tentu dampaknya akan besar bagi kelestarian lingkungan," ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Wakil Wali Kota Jakarta Utara ini berharap, program pilah sampah dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Adanya keterlibatan semua pihak, budaya menjaga kebersihan dan lingkungan diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
"Paling penting adalah konsistensi. Ketika anak-anak sudah terbiasa memilah sampah sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan," tegasnya.
Sementara itu, Lurah Tegal Parang, Etty Suryati menuturkan, dalam pelaksanaan sosialisasi hari ini turut diserahkan bantuan sarana pemilahan sampah.
"Kita ketahui bersama sesuai amanat Ingub Nomor 5 Tahun 2026, mulai 1 Agustus mendatang TPST Bantar Gebang hanya akan menerima sampah residu. Untuk itu, pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber sangat penting dilakukan," bebernya.
Ia mengajak seluruh komponen masyarakat di Tegal Parang, baik lingkungan permukiman, perkantoran hingga sekolah untuk segera mengimplementasikan pemilahan sampah dari sumber.
"Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi perlu kesadaran kita bersama untuk mengatasinya," tandasnya.