Senin, 27 Juli 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 157
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menekankan pentingnya memutuskan kebijakan yang berbasis data kredibel dan akurat. Hal ini mengingat beragamnya masyarakat Jakarta dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan.
"Keberagaman ini menuntut pemerintah untuk menjadi pendengar yang baik, memahami kebutuhan warga, dan mengambil keputusan berbasis data," ujar Pramono, saat membuka World Association for Public Opinion Research (WAPOR) Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/7).
"menjadi pendengar yang baik,"
Pramono menyampaikan, revolusi digital telah mengubah cara masyarakat menerima informasi dan menyuarakan pendapat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumpulkan aspirasi publik melalui berbagai kanal, seperti media sosial, platform pengaduan publik, JAKI Super App, dan forum partisipasi masyarakat.
"Masukan ini memungkinkan kami untuk mengidentifikasi isu-isu yang muncul, mengevaluasi layanan publik kami, dan memperbaiki kebijakan kami," kata Pramono.
Melalui upaya ini, Pemprov DKI berkomitmen untuk tetap terbuka dan responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat. Pramono pun menyebut riset opini publik yang kredibel penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang terbuka, responsif, dan berbasis bukti.
Dengan demikian, upaya ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan warga.
Lebih lanjut, Pramono pun menyambut baik penyelenggaraan World Association for Public Opinion Research (WAPOR) yang mempertemukan para akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk berbagi pengetahuan dan menjawab tantangan global.
"Semoga konferensi ini produktif. Semoga Jakarta dapat berfungsi sebagai platform bagi bangkitnya pengetahuan baru dan kolaborasi dalam riset opini publik di seluruh Indonesia dan kawasan Asia Pasifik," tandasnya.
Sekedar diketahui, World Association for Public Opinion Research (WAPOR) Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 ini membahas berbagai hal, termasuk isu perkotaan, isu sosial, kesehatan, dan geopolitik.
Acara ini berlangsung hingga 29 Juli di Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan melibatkan 110 peserta dari 21 negara.