Jakarta Tingkatkan Pencegahan Sisa Pangan

Jumat, 24 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 858

IMG 20260724 WA0102

(Foto: Istimewa)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pencegahan sisa pangan melalui kebijakan, perubahan perilaku, dan inovasi di sektor usaha. Langkah ini diarahkan untuk menekan jumlah sisa makanan yang masuk ke sistem persampahan sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah perkotaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin mengatakan, sisa makanan tidak hanya menjadi persoalan pemborosan pangan, tetapi juga menambah beban pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah yang harus ditangani setiap hari.

"ini harus dilakukan sejak dari sumber,"

“Pengurangan food waste dari rumah tangga, restoran, hotel, katering, dan berbagai kegiatan usaha akan sangat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah kota. Upaya ini harus dilakukan sejak dari sumber agar makanan yang masih bernilai tidak langsung berakhir menjadi sampah,” ujarnya, Jumat (24/7).

Menurutnya, pencegahan sisa pangan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan belanja, penyimpanan bahan makanan, pengolahan, penyajian, hingga pemanfaatan kembali makanan yang masih layak. Maka itu, upaya tersebut sekaligus mendukung pengurangan sampah organik yang mendominasi timbulan sampah Jakarta.

Ia menjelaskan, saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 9.059 ton sampah setiap hari dan hampir separuhnya merupakan sampah organik yang didominasi sisa makanan.

Pemprov DKI Jakarta berharap praktik baik tersebut dapat diperluas dan diterapkan oleh lebih banyak pelaku usaha.

“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta menjadi langkah penting agar pengurangan sisa pangan tidak hanya menjadi gerakan lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi efisiensi usaha, penguatan ketahanan pangan, dan pengurangan beban pengelolaan sampah Jakarta,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok mengatakan, pangan merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan petani, produsen, distributor, pedagang, hingga konsumen. Karena itu, setiap bahan pangan perlu dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan tidak mudah berakhir menjadi sampah.

Ia menjelaskan, data Bappenas menunjukkan bahwa setiap tahun sekitar 23 juta hingga 48 juta ton pangan hilang dalam rantai pasok maupun terbuang pada tahap distribusi dan konsumsi.

“Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp511 triliun,” ucapnya.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta tengah menyusun Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satu substansi yang akan diatur adalah pencegahan dan pengendalian sisa pangan.

“Keberhasilan membangun sistem pangan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi seluruh pihak. Setiap upaya mengurangi sisa pangan akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan sekaligus membantu mengurangi sampah di Jakarta,” jelasnya.

Executive Director Indonesia Business Council for Sustainable Development, Indah Budiani menyampaikan, pengurangan sisa pangan juga perlu menjadi perhatian pelaku usaha, khususnya sektor hotel, restoran, dan katering.

“Setiap bahan pangan yang terbuang tidak hanya menambah beban lingkungan, tetapi juga berarti hilangnya biaya pembelian, penyimpanan, tenaga kerja, pengolahan, hingga pengelolaan sampah,” tandanya.

BERITA TERKAIT
Bulky waste jati

Dinas LH Telah Layani 1.700 Permintaan Bulky Waste

Senin, 13 Juli 2026 943

Sampah organik otoy2

Raperda Sistem Pangan Wajibkan Pelaku Usaha Kelola Sampah Organik

Kamis, 23 Juli 2026 633

IMG 20260711 WA0001

Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 11 Juli 2026 8612

BERITA POPULER
Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 2612

Hbkb rasuna said bilal

Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

Kamis, 24 September 2026 957

IMG 20260921 WA0072

Rencana Penataan Kawasan Jalan Tambora Disosialisasikan

Senin, 21 September 2026 1391

Dany ramdany

Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

Kamis, 24 September 2026 802

LRT ujicoba jati

Tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Didorong Terjangkau dan Terintegrasi

Senin, 21 September 2026 1128

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks