Rabu, 22 Juli 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 217
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara berkolaborasi dengan Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta dan Baznas (Bazis) Jakarta Utara menggelar layanan hapus tato gratis di Gedung Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota setempat. Layanan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga yang ingin menghapus tato namun terkendala biaya.
"Saya senang sekali karena layanan ini gratis"
Salah seorang warga Kelapa Gading, Slamet Mahmudi mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia berniat menghapus tiga tato di bagian punggung karena merasa kurang nyaman dengan keberadaan tato seiring bertambahnya usia.
"Saya dapat informasi dari rekan. Rasanya tadi seperti digigit semut dan ada rasa panas sedikit, tetapi saya senang sekali karena layanan ini gratis," ujarnya, Rabu (22/7).
Hal senada disampaikan warga Muara Baru, Penjaringan, Refi Hermawan (28). Ia mengaku memperoleh informasi mengenai layanan tersebut melalui media sosial.
"Ingin menjadi lebih baik saja dan kulit kembali bersih karena insyaAllah saya akan segera menikah. Saya akan ikut lagi pada tahap berikutnya sampai benar-benar tuntas," ungkapnya.
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Layanan hapus tato bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi masyarakat yang ingin melakukan perubahan dalam kehidupan.
"Program ini menjadi sarana bagi masyarakat yang ingin berhijrah dan membersihkan diri dari rajah di tubuhnya. Saya berharap program ini terus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya," terangnya.
Iyan menambahkan, para peserta merupakan sosok yang memiliki keberanian untuk mengambil langkah perubahan secara nyata.
"Tidak semua orang mau menyisihkan waktu, menghilangkan rasa malu, dan memiliki keinginan kuat untuk membersihkan tato. Sakitnya mungkin dirasakan di dunia, tetapi insyaallah ada kebahagiaan di akhirat," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Layanan Hapus Tato Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Asep Wahyudi menjelaskan, kegiatan di Jakarta Utara kali ini merupakan pelaksanaan kedua. Sebelumnya, layanan serupa diadakan di Cilincing.
Menurutnya, kegiatan kali ini diikuti sekitar 150 warga. Untuk memberikan hasil yang maksimal, digunakan metode laser dengan teknologi yang lebih mutakhir dibandingkan mesin portabel.
Asep menambahkan, sejak diluncurkan pada 2019, program tersebut telah memberikan hasil positif. Banyak peserta yang kini memiliki kulit lebih bersih setelah menjalani empat hingga enam kali tindakan laser.
"Metode ini membuat pengerjaan lebih cepat dan hasilnya lebih bersih. Untuk mendukung kelancaran layanan, kami menyiagakan tiga unit mesin laser beserta tiga operator ahli," bebernya.
Terkait ketentuan teknis, lanjut Asep, luas tato yang dapat ditindak dalam satu sesi kunjungan dibatasi maksimal dua kali ukuran kartu tanda penduduk (KTP). Hal tersebut dilakukan karena proses penghapusan tato tidak dapat dilakukan secara instan dan sangat bergantung pada ketebalan tinta serta luas area tato.
"Kami memprioritaskan keamanan medis. Efek laser ini menyerupai luka bakar. Jika dipaksakan sekaligus, bisa memicu demam," tandasnya.