Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Andry 415
(Foto: Istimewa)
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat promosi pariwisata Jakarta di tingkat internasional melalui penyelenggaraan Perjalanan Wisata Pengenalan (PWP) bersama Association Internationale des Étudiants en Sciences Économiques et Commerciales (AIESEC) dan Komunitas Ayo Motret Jakarta pada 16–17 Juli 2026.
"Diharapkan citra Kepulauan Seribu semakin dikenal,"
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata bahari Kepulauan Seribu kepada masyarakat global melalui pengalaman wisata secara langsung yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 20 anggota AIESEC yang berasal dari Amerika Serikat, Filipina, Kolombia, Meksiko, Tiongkok, Tunisia, dan Vietnam, serta 10 anggota Komunitas Ayo Motret Jakarta.
Kehadiran peserta dengan latar belakang budaya yang beragam diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi Kepulauan Seribu melalui pengalaman yang mereka bagikan di berbagai platform digital maupun jejaring internasional.
Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, pelaksanaan Perjalanan Wisata Pengenalan bersama AIESEC menjadi momentum strategis dalam memperluas promosi pariwisata Kepulauan Seribu ke pasar internasional.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh peserta dapat menjadi cerita positif yang dibagikan melalui media sosial, konten digital, maupun jaringan global yang mereka miliki, sehingga mampu meningkatkan eksposur destinasi wisata Jakarta kepada calon wisatawan mancanegara.
“Melalui kolaborasi ini, Disparekraf DKI Jakarta berharap citra Kepulauan Seribu semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang indah, mudah diakses, serta menawarkan pengalaman wisata yang beragam dan berkelanjutan,” ungkapnya, Selasa (21/7).
Ia berharap, kegiatan Perjalanan Wisata Pengenalan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak komunitas internasional, komunitas kreatif, serta pelaku industri pariwisata.
“Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi wisata yang beragam, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pulau Untung Jawa. Di pulau ini, peserta diajak menikmati sejumlah destinasi unggulan, seperti Pantai Sakura, Jembatan Cinta, dan kawasan Hutan Mangrove.
Selain menyuguhkan keindahan alam pesisir, kunjungan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pelestarian ekosistem pantai dan mangrove sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Pulau Payung, di mana peserta menikmati suasana pulau melalui berbagai aktivitas kebersamaan, termasuk menikmati panorama matahari terbenam dan mengikuti kegiatan Sea-Nema Nights yang menjadi ruang interaksi serta pertukaran budaya antar peserta dari berbagai negara.
Pada hari kedua, peserta merasakan langsung beragam aktivitas wisata bahari yang menjadi daya tarik Pulau Payung, seperti kayaking, snorkeling, dan berbagai aktivitas pantai yang menghadirkan pengalaman menikmati keindahan bawah laut serta pesisir Kepulauan Seribu.
Selain itu, peserta juga menjelajahi kawasan pulau melalui kegiatan ATV Ride sebelum mengakhiri rangkaian Perjalanan Wisata Pengenalan dan kembali menuju Dermaga Sunda Kelapa.