Warga Tegal Parang Antusias Kelola Sampah Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 358

RW dan RT di Tegal Parang Sudah Miliki Tempat Pengelolaan Sampah

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Sebanyak tujuh Rukun Warga (RW) dan 66 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sudah memiliki media pengelolaan sampah rumah tangga.

"Memanfaatkan lubang biopori dan teba modern"

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Tegal Parang, Tri Widodo mengatakan, ketersediaan media pengelolaan sampah di wilayahnya sudah mencapai 100 persen. Artinya, setiap lingkungan memiliki tempat pengelolaan sampah masing-masing.

"Kita ada tujuh RW. Di setiap RW, ditambah kelurahan, masing-masing sudah tersedia satu teba modern berukuran 1,5x1,5 meter dengan kedalaman antara 1,25 hingga 1,5 meter," ujarnya, Selasa (21/7).

Widodo menjelaskan, selain teba modern, pihaknya juga terus mengembangkan lubang biopori jumbo. Dari 66 RT yang ada, saat ini sudah dibuat sebanyak 68 lubang biopori jumbo.

Menurutnya, meskipun pembuatan media pengelolaan sampah masih tergolong hal baru bagi sebagian warga, pihaknya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut berupaya mengatasi permasalahan sampah di lingkungan.

"Kami terus-menerus memberikan imbauan dan sosialisasi. Harapannya, pada saatnya nanti warga benar-benar dapat memanfaatkan lubang biopori dan teba modern ini secara maksimal," ungkapnya.

Widodo mengimbau warga untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah, terutama sampah sisa makanan (food waste), kulit buah, sayuran, hingga daun-daun kering. Sehingga, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir nantinya hanya berupa sampah residu.

"Jika pemilahan sampah sudah dilakukan, mudah-mudahan beban sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang secara signifikan hingga 50 persen," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Agus Sulaiman mengaku membuat lubang biopori jumbo tidak hanya karena arahan dari pihak kelurahan, tetapi juga sebagai salah satu inovasi untuk mengolah sampah menjadi pupuk tanaman.

"Sosialisasi sudah dilakukan beberapa kali dan praktiknya pun sudah dilakukan. Saya rasa hal ini mudah untuk diterapkan. Tinggal kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah yang perlu ditingkatkan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
349 Tong Biopori Dibagikan di Kecamatan Kebayoran Lama

Ratusan Tong Biopori Jumbo Didistribusikan di Kebayoran Lama

Senin, 20 Juli 2026 678

Teba komposter buri

Kelurahan Kembangan Selatan Atasi Sampah dengan Teba Komposter

Jumat, 05 Juni 2026 538

IMG 20260714 WA0006

701 Lubang Biopori Sampah Dibuat di Kelurahan Jati

Selasa, 14 Juli 2026 546

BERITA POPULER
Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1604

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1165

Personel Gabungan Lakukan Pelebaran Jalan di Kelapa Dua Wetan

Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

Kamis, 01 Oktober 2026 1130

Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 782

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 681

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks