Selasa, 21 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 123
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak tujuh Rukun Warga (RW) dan 66 Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sudah memiliki media pengelolaan sampah rumah tangga.
"Memanfaatkan lubang biopori dan teba modern"
Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Tegal Parang, Tri Widodo mengatakan, ketersediaan media pengelolaan sampah di wilayahnya sudah mencapai 100 persen. Artinya, setiap lingkungan memiliki tempat pengelolaan sampah masing-masing.
"Kita ada tujuh RW. Di setiap RW, ditambah kelurahan, masing-masing sudah tersedia satu teba modern berukuran 1,5x1,5 meter dengan kedalaman antara 1,25 hingga 1,5 meter," ujarnya, Selasa (21/7).
Widodo menjelaskan, selain teba modern, pihaknya juga terus mengembangkan lubang biopori jumbo. Dari 66 RT yang ada, saat ini sudah dibuat sebanyak 68 lubang biopori jumbo.
Menurutnya, meskipun pembuatan media pengelolaan sampah masih tergolong hal baru bagi sebagian warga, pihaknya mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut berupaya mengatasi permasalahan sampah di lingkungan.
"Kami terus-menerus memberikan imbauan dan sosialisasi. Harapannya, pada saatnya nanti warga benar-benar dapat memanfaatkan lubang biopori dan teba modern ini secara maksimal," ungkapnya.
Widodo mengimbau warga untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah, terutama sampah sisa makanan (food waste), kulit buah, sayuran, hingga daun-daun kering. Sehingga, sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir nantinya hanya berupa sampah residu.
"Jika pemilahan sampah sudah dilakukan, mudah-mudahan beban sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang secara signifikan hingga 50 persen," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga, Agus Sulaiman mengaku membuat lubang biopori jumbo tidak hanya karena arahan dari pihak kelurahan, tetapi juga sebagai salah satu inovasi untuk mengolah sampah menjadi pupuk tanaman.
"Sosialisasi sudah dilakukan beberapa kali dan praktiknya pun sudah dilakukan. Saya rasa hal ini mudah untuk diterapkan. Tinggal kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah yang perlu ditingkatkan," tandasnya.