Senin, 20 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 292
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan di enam kelurahan se-Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah organik dari sumbernya. Penyerahan dilakukan langsung oleh Camat Kebayoran Lama, Mustofa Thohir di halaman Kantor Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Pengelolaan sampah organik"
Mustofa mengatakan,mpembagian tong biopori jumbo merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah, seiring adanya pembatasan pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
"Kita ketahui, saat ini pemerintah terus berupaya mengatasi permasalahan sampah, salah satunya melalui lubang biopori, teba modern, dan komposter untuk pengelolaan sampah organik," ujarnya, Senin (20/7).
Mustofa menjelaskan, sebanyak 349 tong biopori jumbo yang didistribusikan merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kecamatan Kebayoran Lama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Menurutnya, keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memilah sampah secara mandiri dari rumah tangga. Sehingga, volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat terus berkurang.
"Imbauan kepada warga tentu selalu kami sampaikan dalam setiap pertemuan agar masing-masing kepala rumah tangga bersedia melaksanakan penanaman biopori secara mandiri. melalui upaya ini, insyaAllah penumpukan sampah akan semakin berkurang karena sampah organik akan terurai melalui sistem teba dan biopori," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kebayoran Lama, Ian Septyana memaparkan, berdasarkan hasil pendataan, saat ini telah tersedia 669 sarana pengelolaan sampah organik yang terdiri atas teba modern, biopori jumbo, dan komposter di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama.
"Hari ini kami juga membagikan 70 tong biopori jumbo yang telah didistribusikan oleh Bapak Camat kepada kelurahan-kelurahan di wilayahnya," jelasnya.
Ian menambahkan, selain penyediaan sarana pengelolaan sampah, pihaknya bersama berbagai unsur terus mengintensifkan sosialisasi mengenai pemilahan sampah dari rumah tangga. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
"Mudah-mudahan upaya kami terus memberikan dampak positif bagi lingkungan. Warga pun semakin sadar bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani sejak dari sumbernya," tandasnya.