Delapan Biopori Sampah Jumbo Dibuat di Cipulir

Rabu, 08 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 1371

Delapan Biopori Sampah Jumbo Dibuat di Cipulir

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Upaya mengelola sampah berbasis lingkungan dengan membangun delapan lubang biopori jumbo di sejumlah titik strategis terus dimasifkan di Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

"Sampah organik ke dalam biopori"

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Cipulir, Muhammad Tahjuddin Rosyi mengatakan, pembangunan biopori jumbo dilakukan sebagai solusi untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, inisiatif ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

"Sejak instruksi itu diterbitkan, kami langsung bergerak melakukan berbagai upaya pengelolaan sampah, salah satunya dengan membangun biopori jumbo dan menggelar sosialisasi secara masif kepada masyarakat," ujarnya, Rabu (8/7).

Rosyi menjelaskan, delapan lubang biopori jumbo tersebut tersebar di empat lokasi, masing-masing dua unit di Taman Literasi Kelurahan Cipulir, Rumah Gizi RW 09, Taman Hati PKK RW 09, dan RPTRA Mangga Ulir.

Menurutnya, proses pembuatannya melibatkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama warga sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Materialnya berasal dari bantuan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan dan sebagian merupakan hasil swadaya masyarakat," terangnya.

Ia menambahkan, keberadaan biopori jumbo yang berfungsi sebagai komposter diharapkan dapat memudahkan warga mengolah sampah organik tanpa harus membuangnya ke tempat pembuangan akhir. 

"Warga cukup memilah sampah rumah tangga sesuai jenisnya, kemudian memasukkan sampah organik ke dalam biopori untuk diolah secara alami," ungkapnya.

Ke depan, lanjut Rosyi, pihak Kelurahan Cipulir berencana menambah jumlah biopori di berbagai lokasi. Warga juga didorong membuat biopori secara mandiri menggunakan ember cat bekas maupun material lain yang mudah diperoleh.

"Kami akan terus memperluas pembangunan biopori di titik-titik lainnya. Warga juga sudah kami dorong untuk membuat biopori secara mandiri menggunakan ember cat bekas atau material lainnya," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 04/07 Kelurahan Cipulir, Irfan, mengapresiasi upaya Kelurahan Cipulir bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan yang konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengolah sampah.

"Setiap kegiatan seperti PSN, rapat lingkungan, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya selalu disisipkan sosialisasi tentang pengelolaan sampah. Mudah-mudahan upaya ini membawa dampak positif bagi lingkungan dan semakin meningkatkan kesadaran warga," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Sampah Organik di Manggarai Selatan Diolah Menggunakan Biowash

Pengelolaan Sampah Organik di Manggarai Selatan Manfaatkan Biowash

Selasa, 07 Juli 2026 1254

Dibantu PPSU, RW 10 Pondok Bambu Terapkan Satu KK Satu Lubang Biopori

Warga Pondok Bambu Perbanyak Lubang Biopori Sampah Organik

Senin, 06 Juli 2026 1252

Warga Pejaten Barat Diedukasi Kelola Sampah

Warga Pejaten Barat Diedukasi Kelola Sampah

Minggu, 05 Juli 2026 691

BERITA POPULER
Gubernur pramono MUI rezap

Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 12772

IMG 20260812 WA0088

Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

Rabu, 12 Agustus 2026 1461

Kapal cepat dishub muara angke jati

Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

Senin, 10 Agustus 2026 1407

Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 1454

Pembukaan jafex 2026 rezap

Buka JAFEX 2026, Pramono Ingin Optimalkan Pemanfaatan Aset Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 864

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks