Biopori Jumbo Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Grogol Selatan

Jumat, 19 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 706

Biopori Jumbo Optimalisasi Pengelolaan Sampah di Grogol Selatan

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Pihak Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menghadirkan inovasi lubang biopori jumbo di sejumlah titik sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

"Berjalan dengan baik dan berkelanjutan"

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Grogol Selatan, Fitri Wulandari mengatakan, saat ini terdapat lima lubang biopori jumbo berkapasitas 200 liter yang sudah tersedia.

"Hari ini kami membuat satu lubang biopori jumbo di Jalan Kramat, RT 14/01 menggunakan drum besar yang merupakan bantuan dari Legislator DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo," ujarnya, Jumat (19/6).

Fitri menjelaskan, selain pembangunan lubang biopori jumbo, pihaknya bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan juga terus melakukan sosialisasi kepada pengurus RT dan RW mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Memurutnya, sosialisasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, salah satunya dalam program Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Francine Widjojo atas perhatian dan kontribusinya bagi lingkungan kami. Semoga upaya pengelolaan sampah di wilayah ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," terangnya.

Sementara itu, Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo menuturkan, pemberian drum biopori jumbo berkapasitas sekitar 200 liter tersebut bertujuan membantu mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah organik yang dihasilkan warga.

"Kami ingin memperbanyak lubang biopori agar sampah organik tidak berakhir di TPST Bantar Gebang. Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantar Gebang hanya akan menerima sampah residu. Untuk itu, sampah selain residu harus diolah langsung dari sumbernya," bebernya.

Ia menyebut, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui kelurahan dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Ia menginginkan, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas biopori jumbo dengan optimal serta semakin aktif dalam memilah sampah dari sumbernya.

"Mari kita kurangi dan pilah sampah dari sumbernya agar Jakarta tidak lagi menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks. Sehingga, volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang dan risiko permasalahan lingkungan dapat diminimalisir," tandasnya.

BERITA TERKAIT
IMG 20260617 WA0012

1.000 Lubang Biopori Jumbo Ditargetkan Terealisasi di Kecamatan Cipayung

Rabu, 17 Juni 2026 690

Biopori Jumbo Pdk Kelapa jati

Canangkan Biopori Jumbo, Pramono Harap Jadi Role Model

Minggu, 07 Juni 2026 811

IMG 20260522 WA0078

Wali Kota Jaksel Tinjau Pengelolaan Sampah dan Biopori di Lebak Bulus

Jumat, 22 Mei 2026 616

BERITA POPULER
Pesta rakyat hut dijakut doc

Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

Jumat, 07 Agustus 2026 925

Umkm jati

Raperda UMKM Diusulkan Masuk Propemperda 2027

Sabtu, 08 Agustus 2026 548

Selama Bulan Juli, 441 Ekor Kucing di Jaksel Sudah di Sterilisasi

441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

Senin, 03 Agustus 2026 1117

Urban Farming Rudin Lurah Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

Selasa, 04 Agustus 2026 965

Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis Berhasil Dipadamkan, Layanan Publik Tetap Berjalan

Kebakaran Gedung Dinas Teknis Abdul Muis Dipadamkan, Layanan Publik Tetap Berjalan

Sabtu, 08 Agustus 2026 447

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks