Jumat, 19 Juni 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 158
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pihak Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menghadirkan inovasi lubang biopori jumbo di sejumlah titik sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
"Berjalan dengan baik dan berkelanjutan"
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Grogol Selatan, Fitri Wulandari mengatakan, saat ini terdapat lima lubang biopori jumbo berkapasitas 200 liter yang sudah tersedia.
"Hari ini kami membuat satu lubang biopori jumbo di Jalan Kramat, RT 14/01 menggunakan drum besar yang merupakan bantuan dari Legislator DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo," ujarnya, Jumat (19/6).
Fitri menjelaskan, selain pembangunan lubang biopori jumbo, pihaknya bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan juga terus melakukan sosialisasi kepada pengurus RT dan RW mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.
Memurutnya, sosialisasi tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, salah satunya dalam program Gebyar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Francine Widjojo atas perhatian dan kontribusinya bagi lingkungan kami. Semoga upaya pengelolaan sampah di wilayah ini dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," terangnya.
Sementara itu, Legislator Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo menuturkan, pemberian drum biopori jumbo berkapasitas sekitar 200 liter tersebut bertujuan membantu mengatasi permasalahan sampah, khususnya sampah organik yang dihasilkan warga.
"Kami ingin memperbanyak lubang biopori agar sampah organik tidak berakhir di TPST Bantar Gebang. Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantar Gebang hanya akan menerima sampah residu. Untuk itu, sampah selain residu harus diolah langsung dari sumbernya," bebernya.
Ia menyebut, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui kelurahan dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Ia menginginkan, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas biopori jumbo dengan optimal serta semakin aktif dalam memilah sampah dari sumbernya.
"Mari kita kurangi dan pilah sampah dari sumbernya agar Jakarta tidak lagi menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks. Sehingga, volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat berkurang dan risiko permasalahan lingkungan dapat diminimalisir," tandasnya.