Rabu, 15 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 227
(Foto: Nurito)
Tim gabungan melakukan peninjauan lokasi pembangunan saluran air dengan metode jacking di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Peninjauan dilakukan sebagai tahap persiapan sebelum pekerjaan fisik dimulai pekan depan.
"Penanggulangan genangan berulang di Jalan Raya PKP"
Sebanyak 15 personel gabungan yang terdiri dari unsur Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Suku Dinas Bina Marga, serta pelaksana proyek terlibat dalam kegiatan tersebut. Survei lapangan difokuskan untuk memastikan kesiapan trase saluran sekaligus mengidentifikasi utilitas bawah tanah yang berada di lokasi pekerjaan.
Kepala Seksi Pembangunan Sudin SDA Jakarta Timur, Tengku Saugi Zikri mengatakan, pembangunan saluran dengan metode jacking merupakan salah satu upaya mengatasi genangan yang kerap terjadi di Jalan Raya PKP.
"Pembangunan saluran air dengan metode jacking ini sebagai upaya penanggulangan genangan berulang di Jalan Raya PKP," ujarnya, Rabu (15/7).
Saugi menjelaskan, saluran yang dibangun memiliki panjang sekitar 406 meter dengan jalur mulai dari GOR Bulutangkis Taufik Hidayat hingga bermuara ke Kali Cipinang.
"Kontrak pekerjaan sudah ditandatangani dengan masa pelaksanaan selama 167 hari kerja hingga 15 Desember 2026, sedangkan pekerjaan fisik dijadwalkan mulai pekan depan," terangnya.
Menurutnya, dalam pelaksanaan proyek menggunakan pipa Reinforced Concrete Pipe (RCP) berdiameter 1.500 milimeter sepanjang 406 meter. Selain itu, akan dibangun empat starting pit berukuran 4x6 meter dan tiga arriving pit berukuran 4x4 meter sebagai titik pelaksanaan metode jacking.
"Pembangunan juga mencakup pemasangan saluran U-ditch berukuran 40 sentimeter, 80 sentimeter, dan 100 sentimeter, serta box culvert pracetak berukuran 50 sentimeter dan 100 sentimeter untuk mendukung sistem drainase di kawasan ini," ungkapnya.
Dari hasil survei lapangan, lanjut Saugi, tim menemukan sejumlah utilitas eksisting yang perlu menjadi perhatian selama pekerjaan berlangsung. .
"Perlu koordinasi lintas instansi agar pekerjaan dapat berjalan aman dan sesuai jadwal," tandasnya.