Selasa, 14 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 313
(Foto: Bilal Nugraha Ginanjar)
Dinas Bina Marga DKI Jakarta membongkar total konstruksi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean di Jalan Kapten Tendean, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan menyusul kerusakan berat akibat tertabrak truk. Pengerjaan ditargetkan tuntas hari ini.
"Langsung dibongkar"
Pantauan di lokasi, Selasa (14/7), puluhan personel Dinas Bina Marga bersama unsur terkait dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi. Para petugas memotong struktur baja JPO menggunakan alat las agar material dapat diangkut dengan truk. Sebanyak Dua unit ekskavator berukuran besar juga diterjunkan untuk mempercepat proses pembongkaran.
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny mengatakan, hasil penilaian teknis menunjukkan struktur JPO mengalami kerusakan berat sehingga tidak memungkinkan untuk diperbaiki.
"JPO tersebut tidak akan diperbaiki, melainkan langsung dibongkar. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil penilaian teknis di lapangan karena struktur JPO mengalami kerusakan berat, sudah tidak layak digunakan, dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun arus lalu lintas di kawasan tersebut," ujarnya, Selasa (14/7).
Wenny menjelaskan, pembangunan kembali JPO Tendean akan diawali dengan penyusunan perencanaan teknis sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan kapan proses pembangunan kembali akan dimulai karena masih memerlukan kajian lebih lanjut.
"Prioritas kami saat ini adalah menyelesaikan pembongkaran JPO secepat mungkin agar arus lalu lintas dapat kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar," terangnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada kesepakatan maupun mekanisme mengenai ganti rugi dari perusahaan pemilik truk pengangkut alat borepile yang terlibat dalam insiden tersebut.
"Untuk sopir kendaraan telah diamankan oleh pihak berwenang dan penanganan selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ungkapnya.
Menurutnya, akibat insiden tersebut Dinas Bina Marga memperkirakan kerugian material mencapai miliaran rupiah. Selain kerusakan pada aset pemerintah, kejadian itu juga menimbulkan kerugian sosial berupa terganggunya mobilitas masyarakat karena JPO tidak dapat difungsikan.
"Hari ini kami pastikan pembongkaran selesai. Seluruh material akan diangkut menggunakan truk," ungkapnya.
Ia mengimbau para pengemudi kendaraan berdimensi besar maupun pengangkut alat berat agar mematuhi batas tinggi kendaraan serta memperhatikan rambu lalu lintas untuk mencegah kejadian serupa.
"Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya insiden seperti ini di kemudian hari," ucapnya.
Sementara itu, Ketua RT 02/01 Kelurahan Mampang Prapatan, Ningsih berharap, proses pembongkaran dapat segera rampung sehingga pembangunan JPO baru bisa segera direalisasikan.
"Kami berharap JPO baru segera dibangun karena sangat dibutuhkan warga untuk menyeberang ke arah Pancoran maupun sebaliknya. Keberadaan JPO ini sangat membantu aktivitas masyarakat setiap hari," imbuhnya.
Ningsih meminta pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di bawah JPO diperketat. Sebab, insiden serupa pernah terjadi sebelumnya, namun kali ini menjadi yang paling parah.
"Di sini sudah dua kali. Pertama hanya tersangkut, sedangkan kejadian dini hari tadi paling parah karena truk sampai merobohkan jembatan," tandasnya.