Selasa, 14 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 276
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta terus memantau perkembangan kondisi peserta didik pascainsiden ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Pendampingan dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan, untuk memastikan pemulihan psikologis peserta didik berjalan optimal.
"Meluangkan waktu bersama"
Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan,.pihaknya terus memperkuat berbagai program perlindungan anak, salah satunya melalui peningkatan edukasi di lingkungan sekolah.
"Misalnya, kami meningkatkan akses pemberian edukasi kepada sekolah-sekolah, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga jenjang yang lebih tinggi, mengenai bagaimana anak-anak dapat berinteraksi dengan baik, menjaga kerukunan dengan teman, serta menghindari perilaku perundungan," ujarnya, Selasa (14/7).
Dwi menjelaskan, selain memberikan pendampingan kepada peserta didik, Dinas PPAPP juga mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya membangun komunikasi yang sehat dengan anak.
Menurutnya, keharmonisan dalam keluarga menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.
"Agar kejadian seperti ini tidak terulang, kami mendorong setiap keluarga untuk membangun hubungan yang harmonis dan meluangkan waktu bersama. Sehingga, apabila ada permasalahan di dalam keluarga, dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusinya secara bersama-sama," terangnya.
Ia menyampaikan, terkait kasus di SDN Srengseng Sawah 15, pihaknya masih terus memantau perkembangan situasi. Namun, fokus utama saat ini adalah membangun interaksi dan komunikasi yang sehat antara anak, orang tua, dan lingkungan sekolah.
Dwi mengimbau para orang tua agar membuka ruang komunikasi dengan anak mengenai perasaan yang mereka alami setelah kejadian tersebut.
"Jika anak merasa tidak nyaman atau cemas, orang tua perlu memberikan komunikasi yang positif agar mereka tidak larut dalam kekhawatiran," ungkapnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, lanjut Dwi, Dinas PPAPP menyediakan layanan konsultasi keluarga yang dapat diakses masyarakat melalui laman puspa.jakarta.go.id.
"Layanan ini menghadirkan konselor sesuai kebutuhan, mulai dari pola pengasuhan (parenting), tumbuh kembang anak, hingga permasalahan keluarga lainnya," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk terus memperkuat sinergisitas dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan bagi anak.
Ia menyebut, perlindungan anak harus dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui lingkungan sekolah yang suportif. Para orang tua diajak untuk hadir dalam setiap proses tumbuh kembang anak melalui komunikasi yang terbuka, pendampingan, dan pengawasan yang baik.
"Sekolah juga harus menjadi ruang yang aman dan nyaman agar anak berani bercerita ketika menghadapi masalah," tandasnya.