Sudinkes Jaktim Perkuat Upaya Preventif dan Promotif Cegah HIV/AIDS

Senin, 13 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 497

Siswa smp jati2

(Foto: Ilustrasi)

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur terus menggencarkan upaya preventif dan promotif untuk mencegah infeksi maupun penukaran penyakit HIV/AIDS, termasuk di kalangan remaja atau pelajar.

"Layanan konseling dan tes HIV"

Kepala Sudinkes Jakarta Timur, Arief Wahyudhy mengatakan, pihaknya saat ini lebih mengedepankan langkah promotif dan preventif melalui penguatan edukasi kesehatan reproduksi, penyuluhan HIV/AIDS, peningkatan pengetahuan mengenai perilaku hidup sehat, hingga memperluas akses layanan konseling dan tes HIV bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Berdasarkan data penemuan kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV) di fasilitas layanan HIV Jakarta Timur selama periode Januari hingga Juni 2026, mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia 25 hingga 49 tahun," ujarnya, Senin (13/7).

Arief menjelaskan, pada kelompok usia 16 hingga 18 tahun tercatat sebanyak 14 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan di Jakarta Timur. Data tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kasus pada siswa SMP yang umumnya berusia 12 hingga 15 tahun.

"Data tersebut juga tidak menunjukkan bahwa seluruh kasus berasal dari satu sekolah," terangnya.

Ia menambahkan, Sudinkes Jakarta Timur terus melakukan penanganan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI melalui koordinasi dengan puskesmas, rumah sakit, sekolah, serta berbagai pihak terkait. 

"Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap pasien memperoleh pemeriksaan, konseling, pendampingan, hingga terapi antiretroviral (ARV) dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pasien," ungkapnya.

Menurutnya, selain pengobatan, upaya pencegahan terus menjadi prioritas. Edukasi mengenai cara penularan HIV yang benar dinilai penting untuk memutus rantai penyebaran sekaligus menghilangkan stigma di masyarakat.

Arief menegaskan, orang dengan HIV tidak perlu dikarantina dan tetap dapat bersekolah, bekerja, serta beraktivitas seperti biasa karena HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, maupun berada dalam satu ruangan.

"Kami meminta masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS, menghindari perilaku berisiko, tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV, serta memanfaatkan layanan konseling dan tes HIV di fasilitas kesehatan apabila memiliki faktor risiko atau membutuhkan informasi lebih lanjut," tandasnya.

BERITA TERKAIT
KPAP DKI Gelar MRAN 2025 di Auditorium Luwes IKJ

KPAP dan Pemprov DKI Komitmen Kuatkan Solidaritas Bantu ODHIV

Rabu, 28 Mei 2025 932

1781081040463

Dinkes Terus Perkuat Upaya Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

Rabu, 10 Juni 2026 372

Pemkot Jakarta Utara Adakan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025

300 Warga Jakut Ikut Peringati Hari AIDS Sedunia 2025

Kamis, 04 Desember 2025 525

BERITA POPULER
IMG 20260711 WA0001

Kebayoran Lama Selatan Miliki 56 Tempat Pengelolaan Sampah Organik

Sabtu, 11 Juli 2026 7207

Pramono COJ 2026 rezap

Pramono Dukung Color of Jakarta, Potret Jejak Pembangunan Kota

Selasa, 07 Juli 2026 6507

Sosialisasi pergub rezap

Pramono Sebut Transparansi Perizinan Jadi Kunci Jakarta Kota Global

Selasa, 07 Juli 2026 6062

Pameran 100 Tahun Ali Sadikin bilal

Peringatan 100 Tahun, Pemprov DKI Komitmen Lanjutkan Legasi Ali Sadikin

Selasa, 07 Juli 2026 5997

IMG 20260713 WA0036

SDN Srengseng Sawah 15 Tetap Gelar Sekolah Tatap Muka

Senin, 13 Juli 2026 1289

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks