Sudinkes Jaktim Perkuat Upaya Preventif dan Promotif Cegah HIV/AIDS

Senin, 13 Juli 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 664

Siswa smp jati2

(Foto: Ilustrasi)

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur terus menggencarkan upaya preventif dan promotif untuk mencegah infeksi maupun penukaran penyakit HIV/AIDS, termasuk di kalangan remaja atau pelajar.

"Layanan konseling dan tes HIV"

Kepala Sudinkes Jakarta Timur, Arief Wahyudhy mengatakan, pihaknya saat ini lebih mengedepankan langkah promotif dan preventif melalui penguatan edukasi kesehatan reproduksi, penyuluhan HIV/AIDS, peningkatan pengetahuan mengenai perilaku hidup sehat, hingga memperluas akses layanan konseling dan tes HIV bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Berdasarkan data penemuan kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV) di fasilitas layanan HIV Jakarta Timur selama periode Januari hingga Juni 2026, mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia 25 hingga 49 tahun," ujarnya, Senin (13/7).

Arief menjelaskan, pada kelompok usia 16 hingga 18 tahun tercatat sebanyak 14 kasus yang tersebar di seluruh kecamatan di Jakarta Timur. Data tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kasus pada siswa SMP yang umumnya berusia 12 hingga 15 tahun.

"Data tersebut juga tidak menunjukkan bahwa seluruh kasus berasal dari satu sekolah," terangnya.

Ia menambahkan, Sudinkes Jakarta Timur terus melakukan penanganan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan RI melalui koordinasi dengan puskesmas, rumah sakit, sekolah, serta berbagai pihak terkait. 

"Upaya ini dilakukan untuk memastikan setiap pasien memperoleh pemeriksaan, konseling, pendampingan, hingga terapi antiretroviral (ARV) dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pasien," ungkapnya.

Menurutnya, selain pengobatan, upaya pencegahan terus menjadi prioritas. Edukasi mengenai cara penularan HIV yang benar dinilai penting untuk memutus rantai penyebaran sekaligus menghilangkan stigma di masyarakat.

Arief menegaskan, orang dengan HIV tidak perlu dikarantina dan tetap dapat bersekolah, bekerja, serta beraktivitas seperti biasa karena HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, maupun berada dalam satu ruangan.

"Kami meminta masyarakat dapat meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS, menghindari perilaku berisiko, tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV, serta memanfaatkan layanan konseling dan tes HIV di fasilitas kesehatan apabila memiliki faktor risiko atau membutuhkan informasi lebih lanjut," tandasnya.

BERITA TERKAIT
KPAP DKI Gelar MRAN 2025 di Auditorium Luwes IKJ

KPAP dan Pemprov DKI Komitmen Kuatkan Solidaritas Bantu ODHIV

Rabu, 28 Mei 2025 1009

1781081040463

Dinkes Terus Perkuat Upaya Penanganan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

Rabu, 10 Juni 2026 501

Pemkot Jakarta Utara Adakan Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025

300 Warga Jakut Ikut Peringati Hari AIDS Sedunia 2025

Kamis, 04 Desember 2025 567

BERITA POPULER
CKG Terintegrasi Tracing TB jaksel otoy

Warga Kebayoran Lama Selatan Diberi Layanan CKG

Selasa, 01 September 2026 1278

2.200 Lansia Ikuti Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jaktim

Lansia di Jaktim Dimotivasi Terapkan Pola Hidup Sehat dan Produktif

Kamis, 03 September 2026 758

IMG 20260903 WA0080

Gagasan Mahasiswa Penting untuk Bangun Kebijakan Udara Bersih

Kamis, 03 September 2026 595

Kapal cepat dishub ist2 1

Komisi B Ingin Transportasi Kepulauan Seribu Lebih Nyaman dan Terjangkau

Minggu, 30 Agustus 2026 1136

Satpol jaktim jaga kramat jati nur

Penataan Pedagang Kramat Jati Tekankan Ketertiban dan Keberlanjutan Ekonomi

Rabu, 02 September 2026 647

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks