Pengelolaan Sampah Organik di Manggarai Selatan Manfaatkan Biowash

Selasa, 07 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 1346

Sampah Organik di Manggarai Selatan Diolah Menggunakan Biowash

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Inovasi dalam pengelolaan sampah organik di Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan dilakukan melalui pemanfaatan biowash. 

"Mempercepat pengelolaan sampah organik"

Lurah Manggarai Selatan, Sri Nurwiyanti mengatakan, biowash merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa kulit buah atau sayuran segar yang dicampur dengan cairan mikroorganisme atau starter khusus (Promic). 

"Sampah organik dapat segera dimanfaatkan sebagai media tanam tanpa harus menunggu proses penguraian selama berbulan-bulan," ujarnya, Selasa (7/7).

Sri menjelaskan, proses pembuatan biowash cukup sederhana. Sebanyak satu kilogram sampah organik berupa kulit buah dicampur dengan 200 gram starter Promic dan lima liter air, kemudian difermentasi selama tiga hari hingga menghasilkan cairan biowash.

"Setelah proses fermentasi selesai dan cairannya siap digunakan, takarannya adalah satu liter biowash untuk 30 liter air sebagai campuran media tanam," terangnya.

Menurutnya, pembuatan biowash saat ini masih dipusatkan di Kantor Kelurahan Manggarai Selatan. Bahan bakunya berasal dari sampah organik yang diantarkan langsung oleh warga sebagai bentuk partisipasi dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Sosialisasi mengenai pemanfaatan biowash terus dilakukan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di wilayah," ungkapnya.

Ia berharap, upaya ini dapat meningkatkan kesadaran warga untuk mengolah sampah organik secara mandiri, terutama menjelang penerapan pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantar Gebang.

"Semoga metode ini dapat mempercepat pengelolaan sampah organik di wilayah kami. Selain mudah dimanfaatkan untuk tanaman, ke depan hasil pengolahan ini juga diharapkan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat," ucapnya.

Sri menambahkan, penerapan lubang biopori jumbo belum dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah Manggarai Selatan karena keterbatasan lahan. Kondisi ini membuat pilihan alternatif lain, seperti penggunaan tong komposter dan biowash, sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga.

"Mengingat wilayah kami merupakan kawasan permukiman yang padat penduduk dengan lahan terbatas, cukup sulit membangun fasilitas pengolahan sampah yang besar. Untuk itu, metode biowash menjadi salah satu solusi yang efektif untuk mengelola sampah organik di tingkat rumah tangga," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Dibantu PPSU, RW 10 Pondok Bambu Terapkan Satu KK Satu Lubang Biopori

Warga Pondok Bambu Perbanyak Lubang Biopori Sampah Organik

Senin, 06 Juli 2026 1364

Pilah sampah jakpus

Pemkot Jakpus Terus Kejar Target 50 Persen Pilah Sampah

Senin, 06 Juli 2026 666

Warga Pejaten Barat Diedukasi Kelola Sampah

Warga Pejaten Barat Diedukasi Kelola Sampah

Minggu, 05 Juli 2026 776

BERITA POPULER
Pjj ist

Pemprov DKI Perpanjang PJJ Sampai 8 September

Senin, 07 September 2026 6292

Enam Mobil Tangki Dikerahkan Semprot Sejumlah Trotoar di Jaktim

Enam Mobil Tangki Air Bersihkan Abu Vulkanik di Sejumlah Ruas Jalan di Jaktim

Minggu, 06 September 2026 1947

TJ Kelola Angkutan Laut jati

Angkutan Laut Transjakarta Perkuat Konektivitas Kepulauan Seribu

Jumat, 04 September 2026 2701

Ani ruspitawati ist (1)

Warga Diimbau Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata dari Paparan Abu Vulkanik

Minggu, 06 September 2026 1791

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 750

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks