Senin, 06 Juli 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 220
(Foto: Nugroho Sejati)
Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Woodball Association (IWbA) DKI Jakarta, membidik gelar juara umum dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, 6 hingga 10 Juli 2026.
Ketua Umum Pengprov IWbA DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, pada kejurnas ini pihaknya menerjunkan 59 atlet putra-putri mulai dari level sekolah dasar (SD) hingga senior.
"Dari Jakarta untuk Prestasi Indonesia"
"Kami menargetkan meraih juara umum Kejurnas Woodball Indonesia," tegasnya, Senin (6/7).
Menurut Dewi, dari event yang digelar saat ini setiap atlet akan dihitung poin dalam setahun, sehingga mereka mendapat kesempatan untuk mewakili Indonesia ke ajang internasional.
"Kejurnas kali ini diikuti 250 atlet perwakilan dari 16 provinsi," jelas Dewi.
Sementara, Ketua Umum PB Indonesia Woodball Association (IWbA), Aang Sunadji menyatakan bahwa kejurnas ini tidak sekadar menentukan juara, tapi jadi tempat lahirnya mimpi - mimpi besar bagi atlet.
"Atlet putra dan putri cabor Woodball dari Indonesia meraih juara satu dunia. Saya percaya ada regenerasi melalui kompetisi yang digelar di Lapangan Banteng," ujar Aang,
Ia menyerukan atlet yang mengikuti kejurnas agar bertanding penuh semangat, hormati lawan, menaati aturan serta menikmati setiap proses.
"Kemenangan memang membanggakan, tetapi karakter, sportivitas, dan kerja keras adalah bekal yang akan membawa kalian melangkah jauh," tukasnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansah menambahkan, Kejurnas Woodball Indonesia yang mengusung tema "Dari Jakarta untuk Prestasi Indonesia" bukan sekadar rutinitas kalender kompetisi biasa. Tapi merupakan panggung pembinaan berkelanjutan.
Kejurnas ini, lanjut Andri Yansyah, bisa jadi ajang pembuktian hasil latihan keras, sekaligus sarana seleksi untuk melahirkan atlet Woodball yang dapat mengharumkan nama Indonesia.
"Woodball adalah olahraga yang menuntut presisi tinggi, ketenangan, teknik mumpuni dan strategi matang. Di atas lapangan selain mengejar kemenangan juga menjunjung tinggi nilai - nilai sportivitas dan mempererat persaudaraan atlet antar provinsi," tandasnya.