Kamis, 02 Juli 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 75
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan mengajak 16.530 kader Dasa Wisma untuk menggerakkan masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga sebagai bagian dari upaya merealisasikan Gerakan Jaga Jakarta Pilah Sampah.
"Menggerakkan 10 hingga 20 rumah tangga binaan"
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, peran kader Dasa Wisma sangat penting karena menjadi organisasi yang paling dekat dengan keluarga dan masyarakat.
"Jika setiap kader Dasa Wisma mampu menggerakkan 10 hingga 20 rumah tangga binaannya, perubahan besar dapat terjadi dengan cepat dan nyata," ujarnya, Kamis (2/7).
Syafrin menjelaskan, para kader diharapkan dapat menjadi teladan dengan membiasakan pemilahan sampah organik, anorganik, serta sampah yang memiliki nilai ekonomi.
"Mereka juga perlu mengajak setiap rumah tangga di lingkungan binaannya untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya," terangnya.
Syafrin meminta warga agar menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi ke bank sampah atau program pengelolaan sampah yang tersedia di wilayah masing-masing.
"Pada intinya, kami ingin pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan, agar semakin mandiri, produktif, dan berdaya," ungkapnya.
Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan, Rizky Hamid menuturkan, penguatan kapasitas kader Dasa Wisma menjadi langkah strategis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.
"Pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga," ucapnya.
Ia menambahkan, sebanyak 16.530 kader Dasa Wisma di Jakarta Selatan sudah mendapatkan edukasi mengenai Gerakan Pilah Sampah.
Rizky mencontohkan, salah seorang kader yang dinilai berhasil menginspirasi masyarakat adalah Yuliana Sri Hartati, kader Dasa Wisma Kelompok Kranji 2 dan 3, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, melalui Program Kolaborasi Masyarakat Pilah Oper Kemasan (KOMPAK).
"Program ini berhasil menggerakkan warga untuk memilah sampah dari sumbernya dengan pendampingan tim desainer CoLab Rethinking Waste dari Indonesia dan Belanda sebagai contoh kolaborasi yang mampu memberdayakan masyarakat," bebernya.
Ia berharap, keterlibatan kader Dasa Wisma dapat meningkatkan jumlah keluarga yang membiasakan pemilahan sampah dari rumah hingga mengembangkan pengelolaan sampah yang memberikan nilai tambah ekonomi.
"Kami ingin memperkuat peran Dasa Wisma sebagai penggerak masyarakat dalam mewujudkan Jakarta Selatan yang bersih, sehat, berdaya, dan selaras dengan semangat Gerakan Jaga Jakarta," tandasnya.