Jumat, 26 Juni 2026 Reporter: Folmer Editor: Andry 221
(Foto: Doc)
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Pusat hingga kini terus menggencarkan program pemilahan sampah dari sumbernya.
Alhasil, belasan ribu rumah warga yang tersebar di delapan kecamatan se-Jakarta Pusat telah melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.
"Sosialisasi secara masif berdampak,"
Kepala Suku Dinas LH Jakarta Pusat, Slamet Riyadi mengatakan, dari data hingga 22 Juni 2026 tercatat 14.330 dari total 124.318 rumah atau sekitar 11,53 persen di delapan kecamatan telah melakukan pemilahan sampah.
"Jika dibandingkan data Mei 2026, tercatat 12.948 rumah memilah atau mengalami kenaikan 1.392 rumah hingga tanggal 22 Juni 2026," ujarnya, Jumat (26/6).
Ia mengungkapkan, pihaknya secara masif telah melakukan sosialisasi pemilahan sampah sejak awal Mei 2026 di tingkat kota, delapan kecamatan, 44 kelurahan serta 18 lokasi Horeka.
"Sosialisasi secara masif berdampak terhadap semakin meningkat warga di Jakarta Pusat melakukan pemilahan sampah dari sumbernya yakni rumah tangga. Kami berharap rumah pemilah semakin bertambah," ungkapnya.
Slamet menjelaskan, program pemilahan sampah di Jakarta Pusat berdampak nyata terhadap penurunan volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang. Ini dibuktikan berdasarkan data, sekitar 6,2 ton sampah anorganik setiap hari berhasil direduksi melalui 414 bank sampah yang tersebar di delapan kecamatan.
"Serta dua ton sampah organik setiap hari diolah di Suku Dinas LH Jakarta Pusat dan masyarakat menjadi pupuk kompos, maggot serta eco enzim," jelasnya.
Ia optimistis, target pengurangan 50 persen volume sampah dari Jakarta Pusat yang dibuang ke TPST Bantargebang tercapai pada Agustus 2026 melalui dukungan penuh elemen masyarakat dan aparatur daerah.
"Kunci utama keberhasilan program ini yakni perubahan perilaku masyarakat seperti membawa tas belanja sendiri saat ke pasar untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai," tandasnya.