Selasa, 30 Juni 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 144
(Foto: Reza Pratama Putra)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan berbagai terobosan dalam pendanaan daerah melalui pembiayaan kreatif. Berbagai skema pembiayaan kreatif telah disiapkan, salah satunya yakni obligasi daerah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun. Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber utama pada acara Investor Daily Roundtable di Bursa Efek Indonesia, Selasa (30/6).
"kita terbitkan Rp3,5 triliun,"
"Saya sekarang ini, tahun ini pertama kali menerbitkan dan mungkin baru pertama kali ada di Republik ini yang namanya obligasi daerah. Obligasi Jakarta kita terbitkan Rp3,5 triliun," ujar Pramono.
Dana tersebut akan diarahkan untuk proyek prioritas yang berdampak langsung, seperti transportasi, rumah sakit, sekolah, rumah susun, sumber daya air, pengendalian banjir, dan gedung pemerintahan.
"Untuk apa Rp3,5 triliun ini? Yang pertama untuk pendidikan. Yang kedua untuk salah satunya modal awal membangun Rumah Sakit Sumber Waras. Kemudian juga untuk pendidikan di Jakarta," jelas dia.
Ia memastikan dana hasil obligasi daerah ini akan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan mendasar masyarakat Jakarta dan bukan untuk kepentingan bisnis BUMD. Pramono pun meyakini, obligasi daerah yang diterbitkan akan disambut baik oleh para investor.
"Kalau hal-hal yang bersifat bisnis dan sebagainya, semuanya saya minta untuk diatur melalui APBD, supaya itu lebih walaupun sekarang ini relatif BUMD Jakarta banyak yang sudah mulai sehat," lanjutnya.
Ia pun kemudian mencontohkan manajemen PAM Jaya yang sudah semakin sehat dengan adanya peningkatan tata kelola yang profesional.
"Pokoknya kalau di Jakarta saya sudah sampaikan, BUMD-nya beberapa BUMD enggak boleh sama sekali disentuh oleh siapa pun dan itu harus profesional, termasuk rekrutmen," tandas Pramono.