Jumat, 26 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 120
(Foto: Budhi Firmansyah Surapati)
Unit Pengelola Terminal Kalideres berkolaborasi dengan jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat menanam 19 pohon tabebuya. Selain itu, juga ditanam pohon hias pretty pink sebanyak 5.000 polybag di area akses masuk dan keluar Terminal Kalideres.
Kepala UP Terminal Kalideres, Nur Prasetyo mengatakan, kegiatan penanaman pohon bagian dari program penghijauan di kawasan terminal. Tidak hanya berdampak mengurangi polusi, pohon yang ditanam diharapkan meningkatkan estetika dan kenyamanan terminal.
"Menanam pohon hari ini bukan hanya untuk dinikmati sekarang,"
"Ini tidak hanya seremoni penanaman pohon. Tetapi momentum terciptanya lingkungan Terminal Kalideres lebih hijau, bersih, teduh dan nyaman bagi masyarakat, penumpang, serta seluruh petugas yang beraktivitas di terminal," katanya, Jumat (26/6).
Dijelaskan Nur, sebanyak 19 pohon tabebuya ditanam di berbagai area kawasan Terminal Kalideres. Di antaranya sebanyak enam pohon ditanam di area timur foodcourt, tiga pohon masing-masing di area halte transjakarta keberangkatan pintu selatan dan area pintu keluar terminal.
Lalu, dua pohon di area sisi utara food court dan masing-masing satu pohon di area taman ruang tunggu, arah pintu keluar sisi utara, pintu masuk, area sebelah utara kantor terminal, serta area sebelah selatan pojok kanan food court. Kemudian sebanyak 5.000 polybag tanaman hias pretty pink ditanam sepanjang akses masuk dan akses keluar terminal.
Diakui Nur, pemilihan menanam pohon tabebuya mempertimbangkan aspek karakter pohon bisa tumbuh tinggi hingga rindang dan memiliki daya tahan tinggi. Selain itu perawatannya juga lebih mudah dan tidak gampang mati.
Ke depan, Nur mengaku pihaknya menargetkan kawasan Terminal Bus Kalideres bisa menjadi contoh terminal yang tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga memiliki ruang hijau, asri, nyaman dan mendukung kualitas lingkungan perkotaan.
"Menanam pohon hari ini bukan hanya untuk dinikmati sekarang, tapi investasi lingkungan bagi generasi mendatang. Kami berharap semangat menjaga dan merawat lingkungan ini dapat menjadi budaya bersama," tandasnya.