Jumat, 26 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 168
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 50 warga mengikuti Pelatihan Pembuatan Kue yang diselenggarakan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Utara. Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Utara ini berlangsung mulai 24-30 Juni 2026.
"Berasal dari enam kecamatan"
Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas, dan Transmigrasi Sudin Nakertransgi Jakarta Utara, Muhamad Yasil Farabi mengatakan, pelatihan gelombang pertama yang diadakan pada tahun ini bertujuan membekali warga dengan keterampilan berwirausaha agar mampu meningkatkan perekonomian keluarga.
"Sebanyak 50 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka terdiri atas pelaku usaha mikro serta warga yang belum memiliki usaha atau sedang mencari pekerjaan. Seluruh peserta berasal dari enam kecamatan di Jakarta Utara," ujarnya, Jumat (26/6).
Yasil menjelaskan, selama lima hari pelatihan peserta mendapatkan materi secara teori maupun praktik. Pada hari pertama, peserta dibekali pengetahuan dasar mengenai teknik pembuatan kue sekaligus pembentukan kelompok kerja.
Selanjutnya, pada hari kedua hingga keempat, peserta mengikuti praktik langsung dengan pendampingan chef profesional.
Berbagai jenis kudapan yang diajarkan merupakan produk yang sedang diminati masyarakat, di antaranya donat cromboloni, khanom luem kleun (puding santan khas Thailand), kue sus, harry pop pisang keju, kue lapis, chui kao so, hingga aneka roti manis.
"Pada akhir pelatihan akan dilakukan uji hasil kerja dari masing-masing kelompok. Sebagai bentuk dukungan agar peserta dapat memulai maupun mengembangkan usahanya, kami juga memberikan bantuan peralatan berupa stand mixer," bebernya.
Sementara itu, salah seorang warga Pademangan, Siti Rohana (54) menuturkan, pelatihan tersebut sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha bakpao rumahan yang sudah dirintisnya.
"Saya sudah memiliki usaha kecil-kecilan di rumah. Melalui pelatihan ini saya ingin menambah keterampilan agar variasi menu semakin banyak. Saya juga mendapatkan pengetahuan tentang cara mengurus sertifikat halal, sekaligus menambah teman dan wawasan baru," imbuhnya
Hal senada disampaikan warga Semper Barat, Heliani (52). Ia mengaku termotivasi mengikuti pelatihan untuk memulai usaha baru dan berharap keterampilan yang diperoleh dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarganya.
"Biasanya saya hanya membuat kue jika ada pesanan. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi lebih percaya diri untuk membuka usaha sendiri. Ini pengalaman pertama saya mengikuti pelatihan resmi dan sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan," tandasnya.